• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • Masuk

Catatan Keliling Belitung (4-Habis): Belitung Aman Damai, Belum Makmur

Kondisi pemukiman di Belitung
Kondisi pemukiman di Belitung

Rasanya baru melihat rumah-rumah tak berpagar di hampir semua kawasan yang luas. Kalau di kompleks perumahan atau klaster modern sih sudah biasa. Itulah yang saya saksikan di Pulau Belitung. 

"Di sini aman Om. Ibaratnya sepeda motor dengan kunci dibiarkan menempel di motornya ditaruh di halaman rumah malam hari pun tidak akan hilang," kata Rony, penjaga toko di dekat hotel tempat kami menginap di Tanjung Pandan. 

Di Kabupaten Belitung dan Belitung Timur kondsinya sama saja. Aman tenteram. "Kalau orang sini asli nggak yang rumahnya berpagar pak," ujar Aji, sopir keturunan Tionghoa yang membawa kami. Warga hidup rukun damai, dan saling menjaga satu sama lain. 

Tentu ini hanya terlihat di perkampungan di kota rumah-rumah kebanyakan berpagar. Terutama rumah yang dihuni kaum pendatang. Di Belitung Timur rumah keluarga Basuki Tjahja Purnama alias Ahok salah satu rumah yang berpagar rapi. 

Kapolres Belitung AKBP Ari Mujiono menjelaskan tindak kriminalitas selama tahun 2020 hanya 9 berjumlah 98 kasus sedangkan penyelesaiannya 79 kasus atau 81 persen. Tren tindak kriminalitas justru menurun jika dibandingkan tahun 2019 yang mencapai T179 kasus dan yang diselesaikan 107 kasus atau 73 persen.

Baca Juga :
Museum Nyah Lasem, Potret Rumah Gaya Gladhak Jawa

"Tren kriminalitas 2020 menurun dibandingkan 2019. Kriminalitas masih ada anak-anak terlibat dan tahun 2020 yang mendominasi konvensional seperti curat, penganiayaan berat, penggelapan, kejahatan kekayaan negara ilegal mining," ujar Kapolres.

Aman iya, tapi belum bisa disebut makmur. Rumah-rumah hampir seragam bentuknya. Arsitekturnya sangat sederhana. Bangunan tembok batu bata beratap seng tanpa pernik-pernik batu hias, misalnya. Di halaman rumah jarang ada mobil terparkir. Warung buah saja sulit ditemukan..

Tanah-tanah kosong yang terhampar luas hanya ditanami pepohonan liar. Halaman rumah ditumbuhi rumput yang tak beraturan. Tak tampak semangat menanam tanaman hias.

Jalan-jalan sepanjang pulau halus mulus. Nyaris tak ada jalan berlubang. "Ini tidak lita temui di pulau-pulau lain," gumam istri saya mengomentari perjalanan di Belitung. Sayangnya warga tidak dimudahkan mobilitasnya karena di kawasan Belitung tak ada angkutan umum, ojek online atau ojek pangkalan.

"Kalau mau pergi ya naik motot sendiri atau carter mobil kalau jaraknya jauh dan mrmbawa barang," kata Ayem, warga Belitung Timur asal Sleman, Yogyakarta itu.

Baca Juga :
Menikmati Semilir Angin Laut di Rumah Pohon Pulau Leebong

Melayu-Tionghoa

Pulau Belitung terbagi menjadi dua kabupaten yaitu Kabupaten Belitung, beribukota di Tanjung Pandan, dan Belitung Timur, beribukota Manggar.

Sebagian besar penduduknya, terutama yang tinggal di kawasan pesisir pantai, sangat akrab dengan kehidupan bahari yang kaya dengan hasil ikan laut. Berbagai olahan makanan yang berbahan ikan menjadi makanan sehari-hari penduduknya. Kekayaan laut menjadi salah satu sumber mata pencaharian penduduk Belitung. Sumber daya alam yang tak kalah penting bagi kehidupan masyarakat Belitung adalah timah. Usaha pertambangan timah sudah dimulai sejak zaman Hindia Belanda.

Penduduk Pulau Belitung terutama  suku Melayu (bertutur dengan dialek Belitung) dan keturunan Tionghoa  Hokkien  dan Hakka.

Secara geografis pulau Belitung (Melayu ; Belitong) terletak pada 107°31,5' - 108°18' Bujur Timur dan 2°31,5'-3°6,5' Lintang Selatan. Secara keseluruhan luas pulau Belitung mencapai 4.800 km² atau 480.010 ha. Pulau Belitung di sebelah utara dibatasi Laut Cina Selatan, sebelah timur berbatasan dengan selat Karimata, sebelah selatan berbatasan dengan Laut Jawa dan sebelah barat berbatasan dengan selat Gaspar. Di sekitar pulau ini terdapat pulau-pulau kecil seperti Pulau Mendanau, Kalimambang, Gresik, Seliu dan lain-lain. (*)

Baca Juga :
5 Lokasi Street Food Populer di Indonesia

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA