• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • Masuk

24 Saksi Diperiksa soal Penemuan Jenazah Wanita dan Bayi di Saluran Pipa SPAM

Kepala Bidang Humas Polda NTT, Komisaris Besar Polisi Rishian Krisna B. Foto: Antara
Kepala Bidang Humas Polda NTT, Komisaris Besar Polisi Rishian Krisna B. Foto: Antara

KUPANG, kilat.com- 24 orang diperiksa sebagai saksi terkait kasus penemuan jenazah wanita dan bayi yang merupakan ibu dan anak di dalam lokasi penggalian saluran pipa SPAM Kali Dendeng, Kupang, NTT. Jenazah tersebut ditemukan dalam kondisi terkubur dengan balutan kantong kresek.

"Hingga saat ini sudah ada 24 saksi yang sudah kita periksa untuk mengungkap siapa pelaku di balik meninggalnya AESN dan anaknya," kata Kepala Bidang Humas Polda NTT, Komisaris Besar Polisi Rishian Krisna B. seperti melansir Antara, Jumat (26/11).

Lebih lanjut, ia mengatakan hasil tes DNA sudah terungkap dan identitas para korban sudah diketahui. Korban perempuan bernama Astri Evita Seprini Manafe (AESN) yang berusia sekitar 30 tahun dan Lael Maccabe (LM), bayi satu tahun.

Keduanya merupakan ibu dan anak yang tinggal di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Kelapa Lima, Kecamatan Kelapa Lima, Kupang.

Rishian mengatakan ke-24 saksi itu adalah berasal dari berbagai pihak yang berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan dinilai dapat memberikan keterangan untuk mengungkapkan kasus itu.

Baca Juga :
AirNav: Letusan Semeru Tak Berdampak pada Penerbangan

"Saksi-saksi itu adalah mereka yang diduga keras oleh penyidik dapat memberikan keterangan terkait pengungkapan dari kasus ini nantinya," tambah dia.

Polisi hingga kini masih menyelidiki kasus tersebut untuk mengungkap apakah kedua korban itu meninggal karena dibunuh atau alkibat apa.

"Kalau ada info selanjutnya akan kami ungkap lagi, karena memang harus kumpulkan keterangan-keterangan saksi yang ada dan pemeriksaan di laboratorium," tambah dia.

Polisi, kata Rishian, tidak ingin mengambil langkah-langkah secara gegabah dalam mengungkap kasus itu karena kasus ini juga menyedot perhatian publik.

Baca Juga :
Gembong Ranmor Cilincing Dibekuk Polisi

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA