• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • Masuk

Tak Hanya Sajam, Polisi Sita Peluru Senpi dari Anggota Pemuda Pancasila

Polda Metro Jaya saat merilis penetapan tersangka 15 anggota ormas Pemuda Pancasila.
Polda Metro Jaya saat merilis penetapan tersangka 15 anggota ormas Pemuda Pancasila.

JAKARTA, kilat.com - Polda Metro Jaya menetapkan 15 anggota Pemuda Pancasila (PP) sebagai tersangka lantaran kedapatan membawa senjata tajam (sajam) dalam unjuk rasa yang berakhir ricuh di Gedung DPR/DPD/MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (25/11/2021) kemarin.

Selain senjata tajam, menurut Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat, pihaknya juga mengamankan dua buah butir peluru saat menangkap belasan anggota Pemuda Pancasila tersebut.

"Barang bukti ini terdiri dari berbagai macam, salah satunya dua butir peluru yang diduga kaliber revolver," ujar Tubagus kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (25/11/2021) malam.

Tubagus menyebut, pihakny akan terus melakukan pengembangan terhadap barang bukti yang diamankan. Ia mengatakan, tidak tertutup kemungkinan penyelidikan terhadap kepemilikan peluru tersebut akan berujung dengan temuan senjata api.

"Tentunya dengan barang bukti yang ada akan kita kembangkan terus. Pertama dari mana diperoleh dan untuk apa digunakan, bisa mungkin senjatanya ada, nanti akan kami kembangkan karena baru saja para tersangka diamankan," jelas Tubagus.

Baca Juga :
Gembong Ranmor Cilincing Dibekuk Polisi

Diketahui, Polda Metro Jaya menetapkan 15 anggota Pemuda Pancasila (PP) sebagai tersangka lantaran kedapatan membawa senjata tajam dalam unjuk rasa yang berakhir ricuh di Gedung DPR/DPD/MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (25/11/2021) kemarin.

Sejatinya, ada 21 orang yang ditangkap terkait unjuk rasa tersebut. Namun, hanya 15 orang yang ditetapkan sebagai tersangka. Lima orang masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik dan satu orang lainnya masih diperiksa secara terpisah atas dugaan pengeroyokan terhadap Kabag Ops Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Dermawan Karosekali.

Sebanyak 15 orang telah ditetapkan sebagai tersangka lantaran terbukti membawa senjata tajam saat mengikuti unjuk rasa. Ke-15 tersangka itu langsung ditahan oleh pihak Kepolisian untuk dilakukan pemeriksaan intensif.

Adapun pasal yang dipersangkakan kepada 15 tersangka tersebut, yakni Pasal 2 Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang senjata tajam. (gie/yus)

Baca Juga :
Uji Coba Perdana Gage di Margonda Depok, Ratusan Kendaraan Diputar Balik

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA