• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • Masuk

Prancis Kewalahan Tangani Migran Ilegal, Minta Negara Lain Lebih Peka

Sekelompok migran berjumlah lebih dari 40 orang berseru setelah berhasil menaiki perahu karet, saat meninggalkan pesisir Prancis utara untuk menyeberangi Selat Inggris, dekat Wimereux, Prancis, Rabu (24/11/2021). REUTERS/Gonzalo Fuentes/AWW/djo
Sekelompok migran berjumlah lebih dari 40 orang berseru setelah berhasil menaiki perahu karet, saat meninggalkan pesisir Prancis utara untuk menyeberangi Selat Inggris, dekat Wimereux, Prancis, Rabu (24/11/2021). REUTERS/Gonzalo Fuentes/AWW/djo

PRANCIS, kilat.com- Menteri Dalam Negeri Prancis Gerald Darmanin pada Kamis mengatakan bahwa Inggris, Belgia, dan Jerman perlu meningkatkan usaha dalam membantu Prancis menangani migran ilegal dan perdagangan manusia.

Ketika berbicara setelah 27 migran meninggal karena tenggelam pada Rabu (24/11) saat berupaya menyeberangi Selat Inggris, Darmanin melalui radio RTL menegaskan lagi bahwa para migran itu "kerap tergiur" dengan pasar tenaga kerja Inggris.

"Ini sebuah isu internasional ... Kami memberi tahu kawan-kawan kami Belgia, Jerman, dan Inggris bahwa mereka harus membantu kami memerangi pelaku perdagangan di tingkat internasional," kata Darmanin.

Ia mengatakan kepolisian Prancis telah melakukan penangkapan yang kelima sehubungan dengan insiden perahu tenggelam pada Rabu.

Ia juga menyebutkan bahwa dua dari korban selamat adalah warga negara Irak dan Somalia.

Baca Juga :
AirNav: Letusan Semeru Tak Berdampak pada Penerbangan

Menurut Darmanin, Prancis dan Inggris mesti bekerja sama. Namun, dirinya kembali menyalahkan Inggris, yang dianggap tidak berbuat banyak untuk mencegah para migran ingin mencapai di pantai Inggris.

"Manajemen imigrasi (di Inggris) buruk," kata Darmanin. (yus)

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA