• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • Masuk

Tahanan Cabul Tewas di Polrestabes Medan, Propam Periksa Polisi yang Pungli

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi. Foto: Sandy
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi. Foto: Sandy

MEDAN, kilat.com- Seorang tahanan kasus pencabulan, Hendra Syahputra, tewas dengan kondisi lebam di dalam sel tahanan Polrestabes Medan. Kondisi tersebut membuat keluarga menduga korban mengalami penganiayaan selama ditahan. Bukan hanya itu, keluarga juga menuding ada keterlibatan seorang anggota kepolisian bernama Bripda Sutrisno Butar-butar.

Bripda Sutrisno disebut-sebut sempat meminta uang kepada Hendra dan keluarga sebagai uang jaminan sebesar Rp5 juta.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi mengatakan kalau Bripda Sutrisno sedang menjalani pemeriksaan di Propam Polrestabes Medan.

"Yang bersangkutan saat ini sudah diperiksa Propam Polrestabes Medan," ujar Hadi saat dikonfirmasi, Kamis (25/11/2021).

Tak hanya memeriksa Bripda Sutrisno, Propam Polrestabes Medan juga memeriksa kepala rumah tahanan polisi (RTP) untuk mendalami kejadian yang menewaskan Hendra.

Baca Juga :
Gembong Ranmor Cilincing Dibekuk Polisi

Apabila ada keterlibatan anggota kepolisian terkait tewasnya tahanan, kata Hadi, pihaknya akan memberikan tindakan tega.

"Nanti kita cek seperti apa hasilnya. Kalau ada keterlibatan atau kelalaian, akan ada tindakan tegas," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, seorang tahanan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Medan, Hendra Syahputra, meninggal dunia dengan luka lebam.

Hendra ditahan Polsek Pancurbatu atas dasar laporan dugaan cabul terhadap anak dibawah umur pada Kamis (11/11/2021), di Perumahan Griya Permata IV, Desa Tanjung Anom, Kecamatan Pancurbatu, Kabupaten Deliserdang, Sumut.

Adik korban, Hermansyah, menjelaskan pihaknya menemukan dugaan tindakan kekerasan atas kematian korban.

Baca Juga :
Uji Coba Perdana Gage di Margonda Depok, Ratusan Kendaraan Diputar Balik

Pihak keluarga korban melalui kuasa hukum akan meminta Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Ombudsman RI Perwakilan Sumatera Utara, Komnas HAM, KontraS dan Komisi III DPR RI agar membentuk tim mengusut tuntas kasus ini hingga akar-akarnya.

"Kami juga meminta tegas kepada Kapolri supaya hal ini menjadi atensi, agar kasus yang diduga kuat dilakukan secara terorganisir dan masif ini bisa dibersihkan dari lingkungan institusi Polri," ujarnya.

Kontributor: Sandy
Editor: Mong

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA