• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • Masuk

Dijebak Muncikari, 23 Wanita dan 6 Remaja Dipekerjakan Jadi PSK di Lumajang

Polda Jatim Ringkus ‘Mami Ambar’ Pekerjakan 29 Wanita Sebagai PSK, 6 Masih Dibawah Umur
Polda Jatim Ringkus ‘Mami Ambar’ Pekerjakan 29 Wanita Sebagai PSK, 6 Masih Dibawah Umur

SURABAYA, kilat.com�" Seorang wanita berinisial NS alias Mami Ambar (41) diringkus Unit III Renakta Subdit IV Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Timur. Warga Suko RT 03/ RW 02, Kelurahan Sumbersuko, Kecamatan Sumbersuko, Kabupaten Lumajang, tersebut diduga terlibat dalam tindak pidana perdagangan orang.

Ia diamankan di Wisma Penantian Dusun Suko pada 16 November 2021 sekira pukul 00.30 WIB. Lokasi tersebut sudah beroperasi sejak dua tahun belakangan.

Berdasarkan hasil penyelidikan polisi, Mami Ambar telah 'menjajakan' 29 orang perempuan. Ada pun rincian jumlah korban tersebut adalah 23 dewasa dan 6 lainnya masih di bawah umur.

“Modusnya, tersangka menawarkan pekerjaan melalui akun media sosial (Facebook) kepada korban dijanjikan akan dijadikan LC di Pulau Bali dengan gaji yang besar Rp10 hingga Rp15 juta per bulan,” kata Kombes Pol Gatot Repli Handoko selaku Kabid Humas Polda Jatim dalam keterangan resminya, Kamis (25/11/2021).

Tawaran gaji yang besar membuat banyak korban tertarik dan berniat bergabung dengan tersangka. Korban berasal dari berbagai daerah, mulai Bandung, Lampung, dan Jakarta.

Baca Juga :
Gembong Ranmor Cilincing Dibekuk Polisi

Setibanya di Lumajang, puluhan perempuan tersebut kemudian dijajakan menjadi Pekerja Seks Komersial (PSK). Mereka dipekerjakan di rumah Mami Ambar dengan tarif Rp200 ribu.

Perbuatan tersangka terungkap setelah salah satu korban berhasil kabur dari lokasi tersebut. Korban lalu menuju ke Surabaya dan melaporkan musibah yang dialaminya kepada polisi.

“Kronologisnya, pada tanggal 15 Nopember 2021 sekira pukul 09.00 WIB. Korban inisial TR kabur melompat tembok belakang rumah mami Ambar. Yang membuat sekujur tubuh mengalami luka, saat berhasil kabur korban menelepon travel,” jelas Gatot lagi.

Korban pun pergi ke arah Surabaya dan meminta bantuan warga. Usai mendapat informasi, warga lalu membawa korban untuk melapor ke Polrestabes Surabaya.

“Setelah menerima laporan, tim bergerak cepat memburu tersangka. Tim berangkat ke Lumajang untuk melakukan penangkapan kepada Mami Ambar. Pada tanggal 15 November 2021, pukul 22.00 WIB, anggota bersama korban menuju ke rumahnya dan pada tanggal 16 November 2021, pukul 00.30 WIB, mengamankan tersangka,” tandasnya.

Baca Juga :
Uji Coba Perdana Gage di Margonda Depok, Ratusan Kendaraan Diputar Balik

Tiba di lokasi kejadian, polisi melakukan penggeledahan dan di dalam rumah ditemukan 29 perempuan yang dipekerjakan sebagai PSK.

Dari hasil pengungkapan ini, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti. Beberapa di antaranya adalah uang tunai Rp5.670.000, 1 buah buku tamu, satu kotak kondom, 10 kondom bekas pakai, 4 buah pelumas, 6 lembar legalisir KK (terkait dengan anak dibawa umur), dan 1 unit mobil Luxio Nopol B 1175 CYB.

Enam orang korban yang masih di bawah umur kemudian dibawa ke Shelter PPT Propinsi Jawa Timur yang berada di lingkut Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya. Di sana mereka akan menjalani perawatan dan pemulihan kesehatan. Sementara 23 PSK dewasa berada di Dinas Sosial Kabupaten Kediri untuk menjalani pembinaan.

Tersangka akan dijerat Pasal 2 Jouncto Pasal 17 dan atau Pasal 12 Undang Undang R Nomor 21 tahun 2007, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara paling singkat 3 tahun dan denda Rp 120.000.000,00 paling banyak Rp 600.000.000,00 (sebagimana dimaksud dalam Pasal 2, Pasal 3, dan Pasal 4 dilakukan terhadap anak, maka ancaman pidananya ditambah 1/3 (sepertiga).

Baca Juga :
Pemkab Bogor Beri Sanksi ASN Cuti Akhir Tahun

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA