• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • Masuk

UMK 2022 Tak Naik, Buruh di Bekasi Demo Besar-besaran

Aksi Ribuan Buruh Demo Terkait Tidak Ada Kenaikan UMK Kabupaten Bekasi 2022
Aksi Ribuan Buruh Demo Terkait Tidak Ada Kenaikan UMK Kabupaten Bekasi 2022

BEKASI, kilat.com- Sejumlah buruh melakukan aksi demi di kawasan Kantor Pemerintah Kabupaten Bekasi di Cikarang Pusat, Kamis (25/11). Dalam kegiatan tersebut, para peserta mengungkapkan rasa kecewanya karena Dewan Pengupahan tetap memaksakan keputusan dengan tidak menaikan upah minimum kota/kabupaten (UMK) Bekasi 2022.

Menggunakan motor dan mobil bak terbuka, para buruh berkumpul di perusahaan-perusahaan tempat mereka bekerja. Kemudian melanjutkan dengan melakukan aksi konvoi menuju Kantor Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi.

Guntoro selaku Pengurus Dewan Pimpinan Cabang Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (DPC KSPSI) Bekasi Raya, mengatakan para buruh meminta Plt Bupati untuk merekomendasikan agar penghitungan UMK tidak menggunakan formula di PP 36.

"Hasil keputusan UMK 2022 Kabupaten Bekasi keluar pada Senin (22/11) kemarin secara aklamasi dalam rapat pembahasan upah minimum kabupaten oleh Dewan Pengupahan. Saat pembahasan itu, perwakilan dari serikat buruh memilih walk out karena merasa aspirasinya tidak diakomodir," ungkap Guntoro.

Dalam aksi tersebut, mereka menyampaikan agar perumusan upah minimum tidak menggunakan Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 dan Undang-Undang Cipta Kerja. Namun belum sempat disampaikan, unsur lain dalam Dewan Pengupahan langsung mengatakan tidak ada kenaikan UMK 2022 berdasarkan regulasi tersebut.

Baca Juga :
AirNav: Letusan Semeru Tak Berdampak pada Penerbangan

“Pemerintah dan Apindo menyampaikan formula penghitungan UMK bersasarkan PP 36 Tahun 2021 tentang pengupahan. Tapi dari kami menolak menggunakan rumus PP 36. Karena kalau berdasarkan itu tidak ada kenaikan, karena ada penghitungan batas atas dan bawah,” jelas Guntoro.


Pihak buruh juga kecewa dengan pembahasan kenaikan upah minimum kabupaten yang baru dilaksanakan satu kali. Setelah itu, Dewan Pengupahan memutuskan UMK Bekasi 2022 diputuskan tidak ada kenaikan secara aklamasi.

“Karena baru sekali rapat, masing-masing dari kami kan punya pendapat. Biasanya rapat UMK itu bisa dua sampai tiga kali. Kemudian dari pemerintah memaksakan hari itu selesai. Kami keluar karena kami menilai sama sekali belum menyampaikan angka usulan kenaikan,” terangnya.

Sementara itu di hari yang sama di tempat yang berbeda Plt Bupati Akhmad Marjuki membenarkan bahwa tidak ada kenaikan UMK 2022 Kabupaten Bekasi. Terkait penolakan para buruh, Pemerintah Kabupaten Bekasi dibatasi oleh Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 dan Undang-Undang Cipta Kerja. Menurutnya, UMK 2021 Kabupaten Bekasi sudah melebihi batas atas.

Baca Juga :
Gembong Ranmor Cilincing Dibekuk Polisi

"Tetapi kita mencoba menyampaikan aspirasi teman-teman buruh dan karena walau bagaimanapun, semua ini kan masyarakat Kabupaten Bekasi yang kita lindungi dan aspirasinya kita dengar," papar Akhmad Marjuki dalam kunjungan kerjanya di Kecamatan Tambelang, Kabupaten Bekasi, kepada kilat.com pada Kamis (25/11/21).

Sepanjang tidak menggangu dan tidak bertentangan dengan peraturan, ia mengatakan Pemerintah Kabupaten Bekasi siap meneruskan apa yang menjadi aspirasi para buruh.

Sebelumnya pada Senin (22/11), Dewan Pengupahan Kabupaten Bekasi memutuskan UMK 2022 di Kabupaten Bekasi tidak ada kenaikan. Ini berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 dan Undang-Undang Cipta Kerja, UMK 2021 Kabupaten Bekasi sudah melebihi batas atas.

Berdasarkan regulasi itu, untuk batas atas ditetapkan Rp4.322.420 dan batas bawah Rp2.261.205. Sedangkan UMK 2021 Kabupaten Bekasi sebesar Rp4.791.843.

Kontributor: Roni Sianturi
Editor: Mong

Baca Juga :
Uji Coba Perdana Gage di Margonda Depok, Ratusan Kendaraan Diputar Balik

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA