• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • Masuk

Hari Guru Nasional, 5 Inspirasi Metode Mengajar Unik: Pakai Meme sampai Main Monopoly

Metode belajar di kelas dengan meme
Metode belajar di kelas dengan meme

JAKARTA, kilat.com- Guru telah menjadi pahlawan tanpa tanda jasa yang berperan penting dalam mencerdaskan bangsa Indonesia. Apresiasi terhadap para tenaga pendidik dirayakan melalui Hari Guru Nasional yang jatuh setiap tanggal 25 November. Tahun ini, tema peringatan Hari Guru Nasional yang digaungkan adalah "Bergerak dengan Hati Pulihkan Pendidikan". Terlepas dari sistem pendidikan di Tanah Air yang masih harus dibenahi, beberapa sosok guru berhasil menciptkan metode belajar yang menarik perhatian para siswa. Tidak selalu dengan cara menghafal yang kaku, lima metode pengajaran unik di bawah ini dapat dengan mudah diadaptasi. Yuk Simak!

1. Memanfaatkan tren meme

Meme yang tersebar di media sosial menjadi bentuk hiburan yang tidak pernah membosankan untuk dilihat. Ternyata, meme juga bisa lho dibawa ke dalam ruang kelas sebagai alat pembelajaran. Tujuannya sederhana, kata-kata yang digunakan dalam sebuah meme biasanya bersifat ringan dan lucu. Gambar pendukung yang disisipkan juga selalu sukses membuat geleng-geleng kepala. Nah, seorang guru menggunakan meme untuk menjelaskan sifat-sifat cairan. Lucunya, pada meme tersebut terdapat gambar kucing yang di kehidupan sehari-hari hewan itu memang bisa dengan mudah masuk ke bentuk wadah apa pun layaknya air. Belajar di kelas dengan meme dijamin tidak akan membuat para murid merasa bosan.

2. Mengingat unsur kimia dengan lagu

Hafalan menjadi momok paling menakutkan bagi para siswa di sekolah. Apalagi jika hafalan tersebut melibatkan huruf dan angka seperti unsur kimia. Nah untuk mengatasinya, ajak anak-anak mengingat unsur kimia melalui nyanyian yang menyenangkan. Pada dasarnya kita memang lebih mudah mengingat lirik lagu karena kerap berulang kali dinyanyikan, oleh karena itu menyanyikan unsur kimia juga akan memberikan efek yang sama. Murid-murid pun akan terhindar dari rasa stres karena metode mengajar yang fresh.

Baca Juga :
5 Cara Menyenangkan Ajak Anak Masuki Dunia Ilmu Pengetahuan

3. Alat peraga

Bahasa visual terkadang jauh lebih bisa dimengerti dibandingkan suara atau tulisan. Tak heran, kebanyakan orang lebih senang membaca buku bergambar dibanding novel yang tebalnya ratusan halaman. Fakta tersebut akhirnya mendorong seorang guru matematika di SMP 19 Purworejo, Juli Eko Sarwono untuk menciptakan metode belajar yang menyenangkan. Dulu, Juli menerapkan metode belajar yang membuat siswanya takut belajar mata pelajaran hitung-hitungan, bahkan ia dikenal sebagai guru tergalak. Namun hal tersebut seakan sirna setelah Juli menerapkan metode belajar yang cukup unik dengan alat peraga, misalnya motornya. Motor tersebut dimasukkan ke kelas hanya untuk sebagai contoh dalam materi tabung dan lingkaran. Usaha Juli tersebut berhasil membuat para siswa di kelasnya menjadi lebih mudah menegrti materi yang diberikan.

4. Multimedia interaktif

Di zaman serba teknologi, anak-anak tidak bisa dipisahkan dari keberadaan multimedia. Nura Uma Annisa, guru Taman Kanak-kanak (TK) Al Azhar 22 Semarang, berhasil menerapkan multimedia pembelajaran interaktif. Nura menciptakan karya animasinya sendiri. Mulai dari pembuatan materi melalui merekam suaranya sendiri, pembuatan video, sampai dengan pembentukan gambarnya. Cara tersebut ternyata ampuh untuk menarik minat belajar dan rasa ingin tahu anak.

5. Bermain monoply

Baca Juga :
Lisa Blackpink Debut di Runway untuk Rumah Mode Celine

Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) sering dijauhi oleh para siswa di sekolah lantaran banyaknya pasal-pasal yang perlu dihafal. Tak jarang, mereka bertanya-tanya untuk apa sih belajar PKN? Metode balajar konvensional akan membuat anak-anak merasa bosan dan yang tersisa hanyalah rasa kantuk. Oleh karena itu, Rahayuningsih, seorang guru di SMK Muhammadiyah 4 Surakarta menciptakan metode mengajar unik yang diberi nama Simulasi Kesadaran Berkonstitusi. Yayuk memberikan materi PKN yang berisi 37 pasal seperti bermain Monopoly. Namun, bedanya adalah kertas yang digunakan lebih besar ukurannya dan bisa ditempelkan pada papan tulis ukuran kecil. Siswa ada yang berperan sebagai fasilitator, narasumber, penonton, dan pemain. Hasilnya, siswa dapat menghafalkan isi kandungan pasal-pasal melalui kartu masalah dan kartu sanksi yang dibuat.

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA