• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • Masuk

5 Bentuk Emosi Ini Berpotensi Bikin Kamu Gemuk Lho, Kok Bisa?

Ilustrasi
Ilustrasi

JAKARTA, kilat.com- Manusia memiliki beragam bentuk emosi yang akan keluar setiap kali berhadapan dengan situasi tertentu. Emosi ini akan berpengaruh pada kesehatan mental maupun fisik. Gangguan fisik yang dialami biasnya terjadi karena saat sedang sedih atau marah, kebanyakan orang merasa nafsu makan mereka menurun.

Tapi, ada juga yang malah beralih ke makanan yang dapat menenangkan untuk mengatasi emosi tak menyenangkan. Sayangnya, cara tersebut hanya mampu menjadi solusi jangka pendek. Setelah itu, emosi apa pun itu akan mengunjungi kita lagi dan lagi. Agar kamu bisa mengatasi emosi tanpa berpotensi mengundang obesitas, kenali beberapa bentuk emosi yang dapat mendorong kamu untuk makan berlebihan.

1. Kesepian

Kesepian cenderung mengacaukan hormon rasa lapar yang ada di dalam tubuh kamu. Sebuah studi dalam jurnal Hormones and Behavior menemukan bahwa mereka yang merasa kesepian mengalami tingkat sirkulasi hormon ghrelin yang lebih besar untuk merangsang nafsu makan. Ini juga menyebabkan seseorang menjadi lebih cepat lapar meski sudah mengonsumsi makanan. Jika kamu sedang mengalaminya, coba ikuti kegiatan yang kamu sukai dan bangun hubungan sosial dengan orang-orang yang terlibat di sana. Berolahraga bersama juga akan menghilangkan kebiasaan melampiaskan rasa kesepian pada makanan.

2. Pernikahan yang bahagia

Baca Juga :
5 Cara Menyenangkan Ajak Anak Masuki Dunia Ilmu Pengetahuan

Sebuah tinjauan terhadap lebih dari 600 penelitian menemukan bahwa menikah dan transisi ke dalam pernikahan terkait dengan penambahan berat badan. Para peneliti mengatakan itu terjadi lantaran peningkatan kesempatan untuk menikmati makanan bersama pasangan dengan waktu teratur, dan ukuran porsi yang lebih besar. Apa yang harus dilakukan agar tak jadi berlebihan? Cobalah memasak makanan sehat bersama atau melakukan beberapa kegiatan fisik yang memerlukan kerja sama.

3. Balas dendam

Menurut penelitian di International Journal of Eating Disorders, jika kamu membatasi diri dari makanan tertentu, maka di lain waktu kamu cenderung akan menikmati makanan sejenis secara berlebihan. Sama halnya dengan pola diet yang melewatkan sarapan. Saat makan siang, kamu akan balas dendam dan melahap makanan apa pun dengan dalih kamu belum mengisi perut sejak pagi hari. Salah satu cara yang bibisa dilakukan agar tak berakhir makan berlebihan adalah dengan menjadwalkan waktu cheating kamu. Siapkan makanan favoritmu setidaknya sekali dalam seminggu, sehingga kamu dapat memanjakan diri tanpa merasa bersalah.

4. Stres

Stres menyebabkan tubuh meningkatkan produksi adrenalin. Adrenalin kemudian mengakibatkan sel-sel lemak di seluruh tubuh menyemprotkan simpanan asam lemak ke dalam aliran darah, di mana mereka dapat digunakan sebagai energi. Untuk menenangkan saraf, kamu cenderung akan memilih untuk ngemil. Sementara itu, hormon kortisol mengambil semua asam lemak yang tidak terpakai dari aliran darah dan menyimpannya di daerah perut kamu. Dengan lemak yang disimpan dan tidak dibakar, tubuh kamu akan mencari lebih banyak kalori untuk menggantikan asam lemak yang dilepaskan sebelumnya. Dibanding ngemil terlalu banyak, tertawa juga dapat diandalkan sebagai pereda stres. Tertawa mambantu menurunkan detak jantung, meningkatkan suasana hati, dan mengurangi kecemasan. Cobalah untuk menonton drama atau film komedi yang lucu dan menyenangkan.

Baca Juga :
Lisa Blackpink Debut di Runway untuk Rumah Mode Celine

5. Kebosanan

Menurut sebuah studi baru di Journal of Health Psychology, ketika kebosanan datang, sesorang akan berubah menjadi "emotional eater". Kebiasaan ini tentu akan berdampak buruk karena kamu akan membuat pilihanan makanan yang salah seperti mengonsumsi minuman manis dengan boba, kentang goreng, hingga mie instan. Cara terbaik untuk mengalahkan kebosanan adalah menemukan sesuatu untuk dilakukan yang memiliki tujuan baik dan menantang. 

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA