• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • Masuk

Usai WSBK Indonesia, Masa Depan Juara Dunia Superbike Luntang-lantung

Kru tim BMW Motorrad tengah mendorong motor Tom Sykes ke arah pit saat hujan ekstrem mengguyur Sirkuit Mandalika jelang Race 1 WSBK Indonesia 2021. Foto: WorldSBK
Kru tim BMW Motorrad tengah mendorong motor Tom Sykes ke arah pit saat hujan ekstrem mengguyur Sirkuit Mandalika jelang Race 1 WSBK Indonesia 2021. Foto: WorldSBK

LOMBOK, kilat.com- Juara dunia Superbike 2013 kembali dari cedera untuk mengklaim finis sepuluh besar ganda, termasuk tempat kelima, di WSBK Indonesia 2021, Sirkuit Pertamina Mandalika (21/11/2021).

Setelah tiga musim bersama Tim BMW Motorrad WorldSBK, tugas Tom Sykes dengan pabrikan Jerman itu berakhir setelah kunjungan Kejuaraan Dunia Superbike ke Indonesia. Di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, juara dunia 2013 bersama Kawasaki itu kembali dari cedera setelah absen tiga ronde dengan Sykes mengklaim finis sepuluh besar ganda di WSBK Indonesia.

Setelah melewatkan putaran Spanyol, Portugal dan Argentina karena cedera yang diderita dalam kecelakaan Race 2 WSBK Catalunya, Sykes kembali ke paddock untuk putaran terakhirnya dengan mesin BMW, setelah mengetahui di awal tahun bahwa Scott Redding akan bermitra dengan Michael van der Mark untuk 2022.

Melihat kembali WSBK Indonesia 2021, Sykes berkata kepada situs WorldSBK: “Tidak banyak yang bisa dikatakan tentang Race 1. Saya mendapat awal yang baik, atau katakanlah peluncuran, tetapi kemudian setelah itu saya mengalami kemunduran! Setelah itu, saya bisa sedikit pulih dan berada di belakang grup terdepan.

“Di Race 2, saya akan mengucapkan selamat kepada orang-orang di depan, terutama Michael (van der Mark, rekan setim Sykes di BMW) karena dia mendapatkan hasil yang pantas dia dapatkan (podium ketiga). Sejujurnya, tempat yang bagus, sirkuit yang bagus untuk mengakhiri musim dan sekarang kami akan memasuki musim dingin,” imbuh pembalap asal Huddersfield, Inggris tersebut.

Baca Juga :
Nissan Tampilkan Ariya, Single Seater Listrik Performa Balap

Akan tetapi setelah WSBK Indonesia 2021, masa depan Tom Sykes belum jelas. Karena ia tidak memiliki kursi WorldSBK untuk 2022, setelah BMW memilih untuk membawa Redding dari Ducati.

Setelah 349 balapan sejauh ini, 51 pole, 114 podium dan 34 kemenangan, serta Kejuaraan Dunia 2013, Sykes berharap dia bisa menambah rekor ini tetapi tetap agak malu-malu ketika membahas masa depannya setelah Putaran Indonesia.

“Saya terkejut dengan keputusan BMW pada Agustus (membawa Redding dari Ducati) dan sejak dari situ, segalanya berubah. Namun ada beberapa hal positif juga. Saya tidak menyesali apapun dalam hidup ini. Saya telah mendapat sejumlah pelajaran berharga tahun ini dan akan terus melanjutkan hidup,” ulas Sykes.


Sykes lalu berkata: “Setiap hari selalu ada pembaruan! Selain rumor, tidak ada yang dikonfirmasi. Ada beberapa peluang dan kemungkinan besar, yang pasti, akan saya lihat lebih detail setelah saya kembali dari Indonesia.”

Baca Juga :
Lagi-lagi Pembalap Muda Kelas Dunia Meregang Nyawa

“Sejujurnya, tidak ada yang benar-benar ada (kursi membalap) di sana (WSBK 2022). Tidak ada yang tetap. Yang aneh, kami sudah memasuki November. Saya beruntung memiliki minat yang saya miliki. Kita akan melihat apa yang bisa dilakukan untuk 2022,” beber pembalap 36 tahun tersebut.

“Pastinya, dalam kondisi ideal, saya bisa saja bertahan di kejuaraan (WSBK) seperti 13 tahun terakhir. Tapi terkadang ada pintu (tim) yang tertutup dan di pintu yang lain terbuka. Saya juga mempertimbangkan untuk membalap di BSB (British Superbike) atau MotoAmerica, karena gairah saya adalah balapan,” tutur Sykes seperti dikutip GPOne.

“Anda bisa berkata trek di sana (BSB dan MotoAmerica) lebih sempit. Pada akhirnya, walau saya seorang juara dunia, saat saya mengelilingi Laguna Seca dengan mantan kepala mekanik saya, saya mengatakan bahwa saya ingin mencoba balapan di sana (MotoAmerica) untuk semusim, dan sudah barang tentu saya tertarik,” kata Sykes lagi.

“Saya tahu BSB karena saya pernah ikut balapan di sana. BSB adalah kejuaraan yang terorganisasi dengan baik dan juga persaingannya sangat kompetitif. Jika saya balapan lagi di sana, saya akan mendapat beban target,” urai Sykes.

Apakah ada kesempatan lagi bersama BMW di WSBK atau kejuaraan balap lain?

Baca Juga :
Harley-Davidson Sportster S Mengaspal di India, Cek Fitur dan Harganya

“Tahun ini saya sudah 36 tahun, namun saya merasa seperti berusia 25. Saya menikmati balapan, mari kita lihat apa yang bisa dilakukan. Saya tidak punya opsi dengan BMW. Tapi seperti sudah saya katakan, tidak ada hal lain yang dipertaruhkan,” kata Sykes menyimpulkan. (sbn)

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA