• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • Masuk

Suami di Gresik Bekap Istri hingga Tewas, Juga Aniaya Putrinya

Polisi melakukan tempat olah TKP dan memasang garis polisi di lokasi kejadian. Foto: Amirul
Polisi melakukan tempat olah TKP dan memasang garis polisi di lokasi kejadian. Foto: Amirul

GRESIK, kilat.com- Kasus suami bunuh istri kembali terulang di tanah air. Kali ini terjadi di Desa Bambe, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

Seorang suami di Gresik tega menghabisi nyawa istrinya, TY (54), Rabu (24/11/2021) pagi. JS diduga membunuh korban di dalam kamar rumah mereka.

Bukan hanya istrinya, pelaku juga diduga telah menganiaya anak mereka, Zadatalitha (25). Akibatnya, putrinya tersebut mengalami luka di sejumlah bagian tubuhnya.

Kasus pembunuhan ini dibenarkan Kapolsek Driyorejo Kompol Zunaedi. Ia mengatakan korban dibekap suaminya sehingga sulit bernapas.

“Korban TY diduga dibunuh oleh JS dengan cara dibekap hingga tidak bisa bernapas,” beber Kompol Zunaedi pada wartawan, Rabu siang.

Baca Juga :
Mengintip Kemesraan Panglima TNI dan KSAL

Hasil olah tempat kejadian perkara awal (TKP), Zunaedi mengatakan ditemukan luka memar di bagian dahi korban. Temuan ini memunculkan dugaan bahwa korban dipukul dengan benda keras.

"Tidak ada luka apapun di tubuh korban, jadi hanya luka memar di dahi dan ada mengeluarkan darah telinga. Dugaan dipukul dengan benda keras," ungkap Kompol Zunaedi.

Sedangkan Zadatalitha saat ini sedang dirawat di RSUD Ibnu Sina. Ia mengalami luka di bagian kepala dan lengan.

"Mudah-mudahan segera pulih dan sehat kembali. Ada di kepala (luka) dan tangan. Semacam ada sayatan, cuma belum diketahui dengan apa," tambah Kompol Zunaedi.

Terkait kasus tersebut, polisi mengamankan tabung LPG berukuran 3 kg yang ada bekas darah.

Baca Juga :
AirNav: Letusan Semeru Tak Berdampak pada Penerbangan

"Yang kita amankan LPG melon yang ada bercak darahnya," pungkas Kompol Zunaedi.

Kontributor: Amirul
Editor: Mong

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA

Rekomendasi Untuk Anda