• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • Masuk

Rangku Alu, Permainan Tradisional NTT yang Melatih Konsentrasi

  • Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Jawa
    • Minang
  • Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Jawa
    • Minang
Rangku alu adalah sebuah permainan dan tarian asal Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur.
Rangku alu adalah sebuah permainan dan tarian asal Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur.

MANGGARAI, kilat.com- Kesenian dan adat istiadat yang berkembang di Indonesia tidak tumbuh di tengah masyarakat tanpa membawa manfaat. Meski terlihat sederhana, kesenian yang berasal dari Nusantara menyimpan banyak sekali khasiat. Salah satunya berasal dari Kabupaten Manggarai, Flores, Nusa Tenggaraa Timur yang memiliki permainan tradisional bernama rangku alu.

Masa kanak-kanak dianggap sebagai masa yang paling berharga dan bahagia. Setelah pulang sekolah, biasanya anak-anak bergegas keluar rumah untuk bermain bersama teman. Namun, seiring perkembangan zaman, kini anak-anak lebih memilih tetap berada di dalam rumah untuk bermain gadget. Akhirnya, Permainan tradisional pun mulai jarang dilirik. Oleh karena itu, mari berkenalan dengan rangka alu yang akan membuat kamu jatuh hati.

Rangku alu adalah permainan tradisional yang dimainkan dengan bermodalkan batang bambu. Dahulu, masyarakat Manggarai biasa bermain rangku alu untuk merayakan hasil panen pertanian dan perkebunan, sebagai bentuk rasa syukur dan bahagia. Pada saat bulan purnama, para remaja berkumpul dan meramaikan permainan ini.

Cara bermain rangku alu tidaklah sulit. Pemain rangku alu dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok yang bermain dan kelompok yang berjaga. Kelompok yang berjaga terdiri dari empat sampai enam orang yang membentuk persegi dan bertugas menggerakkan bambu, masing-masing yang berjaga jongkok atau duduk dengan memegang dua bilah bambu, begitupun dengan yang berjaga lainnya.

Kelompok yang mendapat giliran untuk bermain akan melompat di sela-sela bambu dan menghindari jepitan bambu. Terdapat satu sampai empat orang yang mendapat giliran bermain. Pemain akan masuk ke dalam bambu yang terbentuk persegi dan melompat-lompat sesuai irama buka-tutup bambu.

Baca Juga :
Museum Nyah Lasem, Potret Rumah Gaya Gladhak Jawa

Saat bermain, biasanya bambu yang digerakkan menghasilkan nada atau irama yang berpola. Semakin cepat irama bambu dan nyanyian menaglun, maka pemain harus pintar-pintar dalam melompat agar tidak terpeleset atau terjepit bambu. Jika kelompok yang dapat kesempatan bermain terjepit kakinya, maka harus bergiliran berganti tugas.

Tidak hanya memberikan kesenangan, bermain rangku alu juga menjadi sarana edukasi, bahkan pembentukan karakter diri. Bermain rangku alu dapat melatih konsentrasi dan melatih ketepatan dalam bertindak. Karena tak hanya melompat-lompat asal, dalam permainan ini diperlukan fokus antara gerak kaki dan gerak bambu yang dimainkan agar selalu sesuai. Kalau tidak berkonsentrasi, nantinya kaki pemain akan terjepit bambu atau malah terpeleset.

Kelincahan juga dapat dilatih dalam permainan rangku alu. Sebab, semakin lama irama bambu dan nyanyian, maka otomatis akan semakin cepat pula kaki pemain harus bergerak dan mengubah arah tanpa terganggu keseimbangannya. Rutin bermain rangku alu juga bisa melatih kekuatan otot kaki sekaligus memberi pengaruh baik untuk daya tahan tubuh.

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA