• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • Masuk

Catatan Keliling Belitung (2) : di Tanjung Tinggi Merindu 'Laskar Pelangi'

  • Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Jawa
    • Minang
  • Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Jawa
    • Minang
Tanjung Tinggi
Tanjung Tinggi

Sepi. Tak seramai yang digambarkan dalam film Laskar Pelangi. Itulah Pantai Tanjung Tinggi di Pulau Belitung. Mungkin saya berkunjung di waktu yang kurang pas: pandemi Covid 19 masih belum usai. Meski sepi, Pantai Tanjung Tinggi tak kehilangan daya tariknya.

Konon ke Belitung tak lengkap rasanya jika tidak ke pantai eksotis . Pantai yang memakan waktu perjalanan bermobil 45-60 menit dari Bandara HAS Hanandjoeddin. Ya akhir pekan lalu saya diajak istri berkunjung ke pantai yang populer berkat "promosi" film Laskar Pelangi garapan sutradara Riri Riza yang mengaangkat karya novelis Andrea Hirata itu. ..

"Dulu sebelum ada Covid pengunjung ramai Pak," kata sopir yang membawa kami.

Cuaca panas dan langit biru, saat saya sampai di pantai itu. Begitu turun dari mobil sopir menunjuk dua batu besar. "Masuknya lewat situ Pak," kata sopir menunjuk dua batu menjulang itu.

"Oh...," keluh saya. Tak nampak jalan di sekitar batu besar itu.

Baca Juga :
Menikmati Semilir Angin Laut di Rumah Pohon Pulau Leebong

Berjalan beberapa meter baru saya lihat jalan setapak menuju pantai. Rupanya masuknya dari arah samping. Tampak pantai indah dengan ombak kecil dan puluhan anak main di bibir pantai diawasi para orang tuanya. Beda dengan pantai lain pada umumnya. Tak terlihat hamparan pasir luas di situ. Yang menonjol batu-batu besar di bibir pantai maupun agak ke tengah laut.

Meski panas menerpa, semilir angin terasa sejuk. Saya duduk di atas batu besar di bawah pohon memandang laut luas dan langit biru. "Seperti mengulang menonton Laskar Pelangi," cetus istri, kawan setia seperjalanan saya.

Memang pantai ini tak dapat dipisahkan dari film Laskar Pelangi. Menjelang masuk pantai sudah diadang tulisan di batu granit: _"Di sini lokasi syuting Laskar Pelangi yang dibuat tahun 2018 berdasarkan novel Andrea Hirata yang mendapat perhatian besar di Indonesia."_

Pulau Belitung di Provinsi Bangka Belitung adalah destinasi yang sangat populer, terutama setelah peluncuran film "Laskar Pelangi". Dampaknya, wisatawan berbondong datang ke pulau ini. Tapi dua tahun terakhir jumlah wisatawan ke Pulau Belitung menurun drastis. Tahun 2020 wisatawan yang masuk Belitung menurut data di Dinas Pariwisata setempat tak lebih dari 110 ribu. Setahun sebelumnya masih tercatat 346 ribu orang.

"Terdapat penurunan jumlah kunjungan yang cukup signifikan, mencapai 75%," keluh Rohili, Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata Belitung.di satu situs lokal.

Baca Juga :
5 Lokasi Street Food Populer di Indonesia

"Ya biasanya penerbangan dari Jakarta ke Bandara Tanjung Pandan sehari 10 kali sekarang tianggal lima kali," kata Usmandi Andeska, pengusaha asal Belitung yang saya temui di sebuah hotel tempat saya menginap.

Pantai Tanjunh Tinggi berada di antara Tanjung Kalam dan Tanjung Pendam ini diambil dari kata “Tanjung” yang bisa diartikan Semenanjung dan “Tinggi” yang berarti pantai dengan bebatuan tinggi.

Lokasinya berdekatan dengan Pantai Tanjung Kelayang yang berjarak kurang lebih 31 kilometer dari Kota Tanjung Pandan, ibu kota Kabupaten Belitung.

Luas pantai tak kurang dari 80 hektare, didominasi pasir putih. Terdapat ratusan batu granit berukuran besar yang tersebar di sekitar pantai dan di kedua semenanjung di dekatnya. Ukuran batu granit bervariasi bahkan ada yang mencapai ratusan kubik sehingga lebih besar dari rumah.

Pantai Tanjung Tinggi di Desa Ciput, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, Provinsi Bangka Belitung. Perpaduan hamparan pasir putih, batuan granit, serta air laut yang tenang menciptakan panorama pantai dengan keindahan sempurna. Kondisi ini yang menjadikan Pantai Tanjung Tinggi kemudian menjadi lokasi wisata favorit di Belitung.

Baca Juga :
5 Tempat Makan Es Krim Lezat di Jakarta, dari Legendaris sampai Kekinian

Peran film Laskar Pelangi sangat besar dalan mempromosikan Pantai Tanjung Tinggi. "Dulu pantai ini sebelum dipakai untuk shooting Laskar Pelangi sama sekali tak dikenal orang Pak," kata Nyai Onah, pedagang kelapa muda yang menempati lokasi pas di depan pintu masuk Pantai Tanah Tinggi.

Sayangnya keindahan Pantai Tanjung Tinggi ini tidak diimbangi dengan fasilitas memadai di luarnya. Ini berbeda dengan pantai-pantai destinasi wisata di Bali, Lombok, atau di Gunung Kidul Yogyakarta. Di tempat-tempat ini terlihat ada penataan oleh instansi kepariwisataan setempat. Para penjaja suvenir dan makanan di Tanjung Tinggi tidak dibuatkan tempat khusus, pengunjung bisa parkir senbarangan. Masuk kawasan ini tanpa ada pintu gerbang dengan tulisan khas, misalnya.

Pengunjung pun bebas keluar masuk tanpa dipungut bayaran. Padahal kalau dikelola dengan baik destinasi seperti ini bisa menghasilkan retribusi untuk pendapatan asli daerah (PAD) lumayan besar. Setidaknya dapat digunakan untuk membiayai pengembangan fasitas di pantai itu sendiri. (*)


Baca Juga :
Kapal Penarik Timah Tabrak Batu Karang, 1 ABK Hilang Gegara Jatuh ke Laut

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA