• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • Masuk

Dibalik Rasa Daun Bawang yang Tajam, Tersimpan Manfaat untuk Kesehatan

Ilustrasi daun bawang
Ilustrasi daun bawang

JAKARTA, kilat.com- Siapa di antara kalian yang gemar menyantap bubur ayam? Bubur ayam menjadi salah satu semangkuk sarapan yang penuh gizi karena bahan-bahan pendukung di dalamnya. Tapi, beberapa orang justru menyingkirkan nutrisi berharga dari bubur ayam yaitu daun bawang. Selain ada tim diaduk dan tidak diaduk, tim daun bawang dan tanpa daun bawang juga sudah sejak lama menjalani perdebatan sengit.

Daun bawang memiliki rasa dan aroma yang kuat. Rasa dari tumbuhan hijau ini juga tidak mudah hilang saat sudah mencapai lidah. Meskipun begitu, daun bawang ternyata populer di sejumlah negara, salah satunya Korea Selatan. Saking seringnya ditambahkan ke dalam ragam masakan, sampai-sampai muncul inovasi sereal daun bawang.

Memang apa sih daun bawang itu sebenarnya? Daun bawang adalah sayuran allium (bahasa Latin untuk bawang putih). Bagian atas bawang yang berongga seperti tabung berwarna hijau memiliki rasa yang lembut. Sedangkan ujungnya yang berbentuk bohlam kecil berwarna putih menawarkan gigitan yang lebih tajam.

Sekilas, daun bawang memiliki rupa yang mirip seperti bawang prei. Namun jika dilihat dari penggunaan dan karakter rasanya, kedua daun bawang ini berbeda. Rasa bawang prei sedikit lebih manis, mirip dengan bawang bombai. Aromanya pun tidak terlalu menyengat. Meski ukuran bawang prei sedikit lebih besar, tapi sayuran ini justru hanya digunakan pada bagian batang putihnya saja.

Sama seperti kebanyakan sayuran dan buah-buahan, daun bawang sebagian besar mengandung air. Secangkir daun bawang hanya memiliki 32 kalori, sedikit lemak, dan nol kolesterol. Mereka juga mengandung lebih sedikit gula dan karbohidrat daripada sayuran seperti wortel, kentang, dan jagung.

Baca Juga :
5 Cara Menyenangkan Ajak Anak Masuki Dunia Ilmu Pengetahuan

Satu porsi paket daun bawang menawarkan vitamin K. Terdapat pula vitamin C dan antioksidan yang membantu melindungi sel-sel Anda dari kerusakan. Tersedia juga asam folat, nutrisi yang berperan penting dalam mencegah terjadinya penyakit cacat bawaan lahir pada saraf dan otak, seperti anensefali dan spina bifida. Selain itu, asam folat juga berperan penting dalam mendukung tumbuh kembang janin. Berikut adalah manfaat daun bawang bagi kesehatan seperti dilansir dari WebMD.

1. Memberi serat

Daun bawang yang dipotong-potong memiliki sekitar 10 persen serat yang Anda butuhkan sepanjang hari. Mendapatkan banyak serat akan membantu Anda merasa kenyang, menjaga kadar kolesterol agar turun, dan dapat menurunkan peluang diabetes, penyakit jantung, serta kondisi lainnya.

2. Membantu melawan kanker

Daun bawang dan sayuran allium lainnya dapat menghambat pertumbuhan kanker, terutama di perut. Peneliti tidak yakin bagaimana caranya. Mereka percaya bahwa senyawa yang disebut allicin dapat mencegah sel berubah menjadi kanker atau memperlambat penyebaran tumor.

Baca Juga :
Risiko Penyakit akibat Letusan Gunung Berapi dan Pencegahannya

3. Mencegah infeksi

Ekstrak bawang merah, bawang putih, dan kerabatnya telah lama digunakan sebagai obat. Mereka dapat membunuh bakteri, jamur, dan virus. Tes laboratorium pada varietas bawang tertentu menunjukkan bahwa pada konsentrasi yang cukup tinggi, beberapa bisa membunuh atau memperlambat pertumbuhan salmonella atau E. coli.

4. Melindungi tubuh

Sayuran dalam kelompok bawang dikemas dengan fitonutrien, termasuk bahan kimia yang disebut antioksidan yang mempertahankan sel Anda dari kerusakan. Antioksidan dalam bawang seperti flavonoid dan polifenol bekerja untuk memburu radikal bebas. Radikal bebas sendiri adalah zat yang dapat menyebabkan kanker, peradangan, dan penyakit terkait usia. Antioksidan kehilangan kekuatannya apabila daun bawang sudah melewati proses dimasak, jadi mengonsumsi daun bawang dalam keadaan segar akan lebih baik. 

Baca Juga :
Lisa Blackpink Debut di Runway untuk Rumah Mode Celine

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA