• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • Masuk

Kuliner Pendap, Pepes Ikan Khas Bengkulu dengan Balutan Daun Talas

Ilustrasi kuliner pendap dari Bengkulu
Ilustrasi kuliner pendap dari Bengkulu

BENGKULU, kilat.com- Provinsi Bengkulu memiliki sajian kuliner berbahan dasar ikan. Namanya pendap, yaitu sejenis pepes atau pais yang kaya bumbu rempah dan bercita rasa gurih. Jika kuliner pepes pada umumnya dibungkus oleh daun pisang, tidak demikian dengan pendap. Selain dibungkus daun pisang, pendap juga harus diselimuti oleh daun talas. Tak hanya selembar, tetapi diperlukan sebanyak 10-15 lembar daun talas untuk membungkus pendap sebelum ditutup daun pisang.

Daun talas atau dikenal juga sebagai daun keladi digunakan untuk membungkus bumbu rempah seperti asam kandis, kunyit, ketumbar, lengkuas, merica, bawang merah, bawang putih, garam, sedikit gula, dan cabai. Semua bumbu dihaluskan bersamaan. Bumbu rempah tadi setelah dihaluskan dicampurkan dengan kelapa muda parut lalu ditaburkan di atas daun talas. Kemudian di atas taburan bumbu serta kelapa muda parut diletakkan daging ikan yang telah dipisahkan dari durinya.

Jika daging ikan sudah diletakkan di atas adonan bumbu rempah, maka daun talas yang berlapis-lapis tadi bisa langsung dibungkus sedemikian rupa. Setelah itu baru dilapisi oleh daun pisang serta diikat dengan tali agar tidak mudah lepas saat dikukus. Bahan baku utama pendap umumnya dari jenis ikan laut berdaging padat seperti kakap merah, kembung, dan gulama.

Penggunaan ikan berdaging padat bertujuan agar menghasilkan tekstur pendap yang gurih dengan daging yang tak mudah hancur saat diolah bersama balutan aneka bumbu rempah tadi. Di masa lampau, daging ikan harus diendapkan atau disimpan selama semalam agar ketika dilapisi bumbu rempah bisa mudah menyerap. Proses fermentasi seperti ini yang kemudian menjadi nama masakannya.

Keunikan lain dari pendap juga terdapat pada lamanya proses pengukusan. Jika pada umumnya pepes hanya dikukus atau dipanggang paling lama 30 menit, tetapi untuk pendap, harus dikukus hingga 8 jam. Hal ini dilakukan untuk menghilangkan zat oksalat pada batang daun talas yang mengandung racun serta gatal jika dikonsumsi secara mentah. Dilansir dari Healthline, zat oksalat pada daun talas mentah jika dikonsumsi dapat menimbulkan beberapa penyakit, salah satunya adalah batu ginjal.

Baca Juga :
5 Cara Menyenangkan Ajak Anak Masuki Dunia Ilmu Pengetahuan

Kaya Manfaat

Dalam 145 gram daun talas terkandung zat gizi mikro yang banyak seperti 35 kalori, 6 gram karbohidrat, 4 gram lemak, 3 gram serat, 57 persen kandungan vitamin C, 34 persen kandungan vitamin A, 14 persen kandungan kalium, dan 17 persen kandungan folat.

Vitamin C dan polifenol pada daun talas juga dapat mencegah penyakit karena memiliki zat antioksidan yang tinggi. Kandungan antioksidan tersebut dapat mengurangi radikal bebas, hingga memperlancar aliran darah. Kandungan radikal bebas dalam tubuh yang berlebih dapat menyebabkan beberapa penyakit, seperti kanker, autoimun, dan penyakit jantung.

Proses pengukusan hingga berjam-jam akan menghasilkan masakan yang layak dikonsumsi dan tidak mudah basi. Begitu membuka daun pisang yang membungkus pendap, maka aroma khas pepes ikan dengan taburan kelapa muda parut akan menggoda kita untuk segera mencicipinya.

Jika sebelumnya berlapis-lapis daun talas yang menutupi pendap menciptakan bentuk mirip sebuah buntalan besar, namun ketika diangkat dari alat kukus dalam kondisi sudah matang, maka bentuk daun talas pun terlihat makin menciut dan berwarna gelap serta menyatu dengan adonan yang dibungkusnya.

Baca Juga :
5 Lokasi Street Food Populer di Indonesia

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA