• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • Masuk

Tertipu Kredit Motor Fiktif, Perusahaan Finance di Mojokerto Rugi Rp1,2 Miliar

Tersangka kasus sindikat penipuan dan penggelapan dengan modus baru yang berhasil dibekuk Satreskrim Polresta Mojokerto. Foto: Amirul
Tersangka kasus sindikat penipuan dan penggelapan dengan modus baru yang berhasil dibekuk Satreskrim Polresta Mojokerto. Foto: Amirul

MOJOKERTO, kilat.com- Satreskrim Polresta Mojokerto membongkar kasus sindikat penipuan dan penggelapan dengan kedok kredit sepeda motor fiktif. Para pelaku menjalankan aksinya dengan memalsukan dokumen leasing finance (Finance Lease).

Akibat kejahatan terorganisir ini, sekitar 70 sepeda motor dari dealer raib dan perusahaan leasing PT Mega Finance merugi hingga Rp 1,2 miliar.

Dalam kasus ini, tujuh orang diamankan polisi. Satu di antaranya merupakan karyawan PT Mega Finance sekaligus otak kejahatan yang bernama Nanda Agus Dwi Prasetya (24).

Kapolresta Mojokerto, AKBP Rofiq Ripto Himawan mengatakan, kasus tersebut cukup meresahkan masyarakat karena lebih dari enam unit kendaraan bermotor dipalsukan di dalam aplikasi untuk pengambilan kredit.

“Pelaku adalah salah satu oknum finance di Kota Mojokerto,” terang Kapolresta Mojokerto, AKBP Rofiq Ripto pada wartawan, Selasa (23/11/2021).

Baca Juga :
Gembong Ranmor Cilincing Dibekuk Polisi

Pelaku utama, kata Rofiq, merupakan staf bagian supplier yang menentukan layak tidaknya konsumen mendapatkan kredit dengan memalsukan data-data. Dari penyelidikan yang dilakukan petugas berdasarkan laporan yang masuk ada lebih 63 konsumen.

“Ada 7 tersangka yang diamankan, mereka memiliki peran masing-masing. Tersangka utama, Nanda disangkakan dengan Pasal 374 KUHP karena dia adalah karyawan dari finance tersebut. Dia melakukan manipulasi, menerima uang dari konsumen kemudian mengeluarkan unit kendaraan,” katanya.

Modus operandi yang dilakukan tersangka, lanjut Kapolresta, tersangka mengajak beberapa rekan untuk mencari konsumen dengan maksud meminta persyaratan baik identitas maupun yang lain. Tersangka menginput data tersebut dengan cara fiktif untuk dimasukkan ke dealer yang dituju agar sepeda motor bisa didapatkan dari dealer.

“Sepeda motor yang berhasil realisasi dari dealer langsung dijual ke penadah dengan harga Rp12 juta. Dealer yang menjadi sasaran antara lain dealer Sekawan, Lancar Motor, Merdeka dan Tirto Agung Motor. Petugas masih melakukan pengembangan, tidak menutup kemungkinan masih ada tersangka lain,” jelasnya.

Dengan modus memasukkan data konsumen yang tidak sesuai kenyataanya, PT Mega Finance mengalami kerugian sebesar Rp1,2 miliar. Lima tersangka yang ikut serta dalam aksi tersebut dijerat Pasal 378 KUHP atau Pasal 372 jo Pasal 56 KUHP. Sementara penadah disangkakan Pasal 378 KUHP atau Pasal 372 KUHP Jo pasal 480 KUHP.

Baca Juga :
Uji Coba Perdana Gage di Margonda Depok, Ratusan Kendaraan Diputar Balik

Kontributor: Amirul Mukminin
Editor: Mong

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA