GY (47) tak berkutik ketika dibekuk Satuan Reserse Narkoba Polres "/> Polres Lumajang Berhasil Bongkar Produsen Sabu Rumahan
  • Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • Masuk

Polres Lumajang Berhasil Bongkar Produsen Sabu Rumahan

Polisi saat memaparkan hasil penggeledahan
Polisi saat memaparkan hasil penggeledahan

LUMAJANG, kilat.com�" GY (47) tak berkutik ketika dibekuk Satuan Reserse Narkoba Polres Lumajang di rumah salah seorang warga di Desa Besuk, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Kamis (21/10/2021).

Di lokasi itu, petugas mengamankan berbagai barang bukti yang disinyalir kuat digunakan pelaku untuk memproduksi narkotika jenis sabu-sabu.

Kapolres Lumajang, AKBP Eka Yekti Hananto Seno menjelaskan, dari hasil pengembangan, anggotanya telah menemukan empat lokasi yang disinyalir kuat dijadikan pelaku sebagai tempat memproduksi sabu-sabu.

Empat lokasi tersebut di antaranya 1 rumah di Desa Besuk Kecamatan Tempeh Kabupaten Lumajang, dan 3 rumah di Desa Wonogriyo Kecamatan Tekung Kabupaten Lumajang.

“Hasil pemeriksaan kami berkembang ke tiga TKP lainnya, selanjutnya dari empat TKP yang kita identifikasi sebagai tempat pembuatan sabu ini, banyak kita temukan bahan dasar untuk membuat sabu,” jelas AKBP Eka Yekti seperti mengkutip Divisi Humas Polri pada Sabtu (23/10/2021).

Baca Juga :
AirNav: Letusan Semeru Tak Berdampak pada Penerbangan

Eka mengatakan pihaknya menemukan banyak bahan kimia di lokasi kejadian yang diduga kuat sebagai bahan pembuatan sabu.

Tak hanya itu, Eka menambahkan selama proses penyelidikan berlangsung, pihak Satresnarkoba Polres Lumajang juga berhasil menemukan sabu cair yang memasuki tahap pengkristalan.

“Ini hanya menunggu proses pengkristalan. Jadi, ini bisa mengkristal dan menjadi sabu yang siap dijual,” tambah Eka.

Kepada polisi, pelaku mengaku mempelajari langkah-langkah meracik bahan-bahan kimia tersebut secara otodidak mengikuti konten YouTube. Tapi hal ini diragukan oleh Eka, karena menyakini ada orang lain atau bahkan jaringan pelaku yang terlibat.

“Pelaku mengaku belajar dari YouTube, kemudian dalam enam bulan ini ia sengaja meracik bahan-bahan kimia tersebut untuk mencari unsur-unsur kimia yang akan digunakan dalam pembuatan sabu. Tapi itu tidak mungkin dan pasti ada gurunya,” jelas Eka Yekti.

Baca Juga :
Gembong Ranmor Cilincing Dibekuk Polisi

Selain itu, untuk membuat sabu pelaku berbekal bahan yang ada dan mudah didapat. Pelaku mendapat bahan-bahan kimia dari luar kota.

“Pelaku dalam pembuatan sabu ini berusaha keras menggunakan bahan-bahan yang ada dan mudah didapat, pelaku mendapat bahan-bahan kimia tersebut dengan cara membeli dari luar kota,” tambah Eka Yekti.

Menurutnya, dalam pengungkapan perkara ini, sudah kurang lebih 30 samlpe barang bukti yang sudah diambil untuk segera dilakukan pemeriksaan di laboratorium forensik Polda Jatim.

Sementara itu Kasubdit Narkoba Bidlabfor Polda Jatim, AKBP Imam Mukti menjelaskan, pelaku memproduksi sabu menggunakan metode shake and bake ini tergolong sangat berani. Padahal sebenarnya risikonya sangat tinggi.

“Baru pertama kali kami temukan pembuat sabu dengan metode shake and bake di Lumajang ini, ya satu satunya di Jawa Timur. Dalam metode ini, pelaku mencampur semua bahan yang diperlukan dalam pembuatan sabu pada satu wadah, kemudian dikocok,” ulas Imam.

Baca Juga :
Uji Coba Perdana Gage di Margonda Depok, Ratusan Kendaraan Diputar Balik

Kasubdit Narkoba Bidlabfor Polda Jatim mengaku Metode shake and bake ini belum pernah dijumpai di kasus lainnya.

"Rata-rata pembuat sabu tidak menggunakan metode ini, karena sangat riskan, risikonya sangat berbahaya bisa menimbulkan ledakan akibat reaksi termokimia. Jadi setelah bahan-bahan kimia dicampur dalam satu wadah kemudian dikocok dan selanjutnya tinggal proses pengkristalan untuk mendapatkan sabu,” imbuh Imam.

Masih menurut Imam, bahan-bahan dalam pembuatan sabu ini, sudah banyak yang memenuhi unsur, seperti adanya aseton dan soda api.

Namun untuk mengetahui kualitas dari hasil proses pembuatan sabu ini, pihaknya akan meneliti lebih dalam di laboratorium forensik Polda jatim.

“Dari pemeriksaan sementara, kami dapatkan sudah banyak bahan-bahan yang memenuhi unsur pembuatan sabu, sedang untuk menentukan kualitas sabu buatan pelaku belum bisa kita ketahui, sample akan kami bawa ke labfor dan akan kami dalami ini,” pungkas Imam.

Baca Juga :
Pemkab Bogor Beri Sanksi ASN Cuti Akhir Tahun

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA