• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • Masuk

Manfaat Daun Keladi Tikus dan Sirsak sebagai Obat Tradisional

  • Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
Daun keladi tikus
Daun keladi tikus

JAKARTA, kilat.com- Daun keladi tikus dan daun sirsak yang banyak ditemui di sekitar kita ternyata memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, mulai dari meredakan batuk, obat nyeri, hingga antivirus penghambat SAR-CoV-2.

Edukator kesehatan Dr. Jeffri Aloys Gunawan, Sp.PD mengatakan bukti yang ada saat ini menunjukkan ekstrak keladi tikus mengandung senyawa alkaloid, triterpenoid, lignan, flavonoid, tanin, dan sterol yang bermanfaat sebagai antioksidan, antiradang, antimikroba, antikanker, dan menghilangkan efek buruk kemoterapi.

Keladi tikus ini juga bersifat sebagai obat batuk sehubungan dengan adanya zat aktif yang diduga dapat mencegah dan meringankan reaksi imunologi berupa alergi, kata Jeffri Aloys dalam siaran pers, dikutip Jumat.

Sebenarnya keladi tikus sudah dipakai secara tradisional untuk membantu meredakan batuk, sakit kepala, dan nyeri perut sejak lama. Ekstrak daun sirsak (Annona muricata) berpotensi sebagai imunostimulator.

Hal itu terbukti melalui uji praklinik yang menunjukkan kandungan senyawa flavonoid, alkaloid, dan acetogenin dalam ekstrak daun sirsak dapat menstimulasi respon imun dengan mengaktifkan makrofag, memicu sekresi interferon gamma, serta meningkatkan ekspresi dan proliferasi sel T helper maupun sel T sitotoksik.

Baca Juga :
Risiko Penyakit akibat Letusan Gunung Berapi dan Pencegahannya

Beberapa hasil penelitian bioinformatika (in-silico studies) menunjukkan bahwa kelompok senyawa acetogenin dalam ekstrak daun sirsak berpotensi sebagai antivirus yang dapat menghambat spike protein dari virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 dan mencegah perlekatan protein virus SARS-CoV-2 pada membran sel manusia.

Menurut Jeffri, ekstrak daun sirsak juga telah lama diketahui mempunyai aktivitas sebagai antioksidan, antikanker, dan antiperadangan, antiinfeksi, menstabilkan gula darah, obat batuk pilek, dan radang tenggorokan.

Sudah lama secara tradisional daun sirsak ini dipakai di berbagai belahan dunia untuk membantu meredakan nyeri kepala, rematik, dan insomnia.

Bukti ilmiah lebih mendalam diharapkan terus dilakukan untuk semakin menguatkan level of evidence dari ekstrak daun sirsak ini. Saat ini sudah ditemukan beberapa evidence/bukti ilmiah bahwa keladi tikus dan daun sirsak bermanfaat sebagai antiradang dan membantu dalam pengobatan kanker.

Baca Juga :
Ahli Gizi Anjurkan Tambah Protein untuk Camilan Harian

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA

Rekomendasi Untuk Anda