"/> Misi ke Bulan, NASA Gelar Tantangan Bikin Makanan untuk Astronot
  • Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • Masuk

Misi ke Bulan, NASA Gelar Tantangan Bikin Makanan untuk Astronot

NASA mencari teknologi baru guna memenuhi kebutuhan makanan astronot di luar angkasa. Terutama terkait misi berawak ke Bulan. Foto:
NASA mencari teknologi baru guna memenuhi kebutuhan makanan astronot di luar angkasa. Terutama terkait misi berawak ke Bulan. Foto:

HOUSTON, kilat.com - NASA dan Badan Antariksa Kanada (CSA) tengah mencari teknologi guna memenuhi kebutuhan makanan astronot di luar angkasa. Untuk itu digelar  Deep Space Food Challenge yang menyediakan hadiah hingga Rp6,4 miliar.

Kontes bertujuan memacu pengembangan teknologi pangan baru dan berpotensi mengubah permainan. Ide-ide yang dipilih berkisar dari pembuat makanan universal yang mampu mengeringkan tanaman dan daging hingga perangkat mandiri yang dapat membuat makanan dari sel serangga.

Setiap pemenang akan menerima Rp355 juta. Bersama-sama, sebanyak 18 tim akan mendapatkan Rp6,4 miliar. Mereka semua berasal dari Amerika Serikat.

NASA dan CSA juga memilih 10 pemenang internasional non-AS dan non-Kanada, yang menerima pengakuan tanpa dukungan uang. Total 28 tim yang dipilih akan memenuhi syarat untuk bersaing dalam Tantangan Fase 2.

Kompetisi tiga fase yang direncanakan CSA akan mengumumkan pemenang hadiah utama pada tahun 2024. Hadiah uang tunai disediakan bagai pemenang untuk Tahap 1 dan 2 dengan hadiah total Rp5,4 miliar.

Baca Juga :
Ilmuwan Waspadai Sembilan Gunung Api Paling Aktif di Dunia, Salah Satunya di Indonesia

Rincian lebih lanjut tentang kompetisi akan ditayangkan di NASA Television, aplikasi NASA, dan situs web agensi tersebut pada 9 November. “Jenis sistem makanan ini dapat menawarkan manfaat di planet asal kita,” ungkap Robyn Gatens, Direktur Program Stasiun Luar Angkasa Internasional di NASA dan juri Deep Space Food Challenge disita Space.com.

"Solusi dari tantangan ini dapat memungkinkan jalan baru untuk produksi pangan di seluruh dunia di daerah yang langka sumber daya dan lokasi di mana bencana mengganggu infrastruktur penting," paparnya.

NASA dan CSA bersama-sama mengumumkan Deep Space Food Challenge pada bulan Januari. Mereka berharap ide produksi makanan yang memenuhi metrik seperti menghasilkan limbah minimal, menggunakan sedikit sumber daya, dan menciptakan makanan astronot yang aman dan bergizi yang juga akan dinikmati oleh kru ruang angkasa di masa depan.

CSA adalah salah satu dari banyak lembaga yang bekerja dengan NASA dalam program Artemis untuk mendaratkan manusia di Bulan. Mereka akan menerbangkan seorang astronot dalam misi mengorbit bulan Artemis.

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA