• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • Masuk

Fosil Mengandung DNA Dinosaurus Ditemukan, Film Jurassic Park Mendekati Kenyataan

Kloning hewan purba seperti dinosaurus mendekati kenyataan setelah para ilmuwan menemukan fosil dengan dna di China. Foto: Universal
Kloning hewan purba seperti dinosaurus mendekati kenyataan setelah para ilmuwan menemukan fosil dengan dna di China. Foto: Universal

JAKARTA, kilat.com - Film Jurassic Park pada akhirnya bisa menjadi kenyataan. Ya kloning bisa dilakukan setelah para ahli menemukan fosil yang mungkin mengandung DNA dinosaurus.

Para ilmuwan percaya fosil itu memiliki kode genetik prasejarah pertama yang ditemukan.

Jika para ahli dapat mengekstrak informasi, maka temuan tersebut bisa meningkatkan prospek kloning dinosaurus. Layaknya film 1993.

Fosil itu, sepotong tulang rawan dari paha seekor caudipteryx seukuran burung merak, terawetkan dengan sempurna dalam abu vulkanik. Binatang itu menjelajahi Bumi 125 juta tahun lalu dan menyerupai velociraptor yang menakutkan di dalam film tersebut.

Fosil ditemukan di China utara oleh tim dari Akademi Ilmu Pengetahuan China dan dalam kondisi "indah". "Sel-sel dimineralisasi oleh proses yang disebut silisifikasi dan para ahli telah menyimpulkan beberapa sehat dan yang lain sakit saat mati," kata sebuah penelitian dilansir The Sun, Jumat (22/10/2021).

Baca Juga :
Ilmuwan Waspadai Sembilan Gunung Api Paling Aktif di Dunia, Salah Satunya di Indonesia

Dia menambahkan, sel-sel yang membatu tidak dapat dianggap sebagai “batuan”. Sebab mengandung sisa-sisa molekul organik.

"Kami jelas tertarik pada inti sel yang menjadi fosil karena di sinilah sebagian besar DNA akan berada, jika DNA diawetkan. Kami memiliki data awal yang bagus dan menarik. Kita perlu mencari tahu persis apa molekul organik itu, tapi saya harap kita bisa merekonstruksi urutan DNA," ungkap Profesor Alida Bailleul.

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA