• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • Masuk

KPAI Pastikan Pelayanan Tak Terganggu Pasca Data Pengaduan Bocor

Kantor Sekretariat KPAI
Kantor Sekretariat KPAI

JAKARTA, kilat.com- Komisi Perlindungan Anak Indonesia menyatakan layanan pengaduan tetap berjalan setelah data lembaga tersebut bocor dan dijual di forum gelap.

"Adanya kasus pencurian data ini tidak mengganggu layanan pengaduan KPAI. Layanan tetap berjalan aman," kata Ketua KPAI, Susanto, melalui pesan singkat kepada ANTARA, Jumat

Basis data pengaduan dalam jaringan KPAI dicuri peretas, KPAI sudah melaporkan insiden ini kepada Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim, Mabes Polri pada Senin (18/10). KPAI memang membuka layanan aduan daring melalui situs resmi kpai.go.id.

Lembaga tersebut mengirim surat kepada Badan Siber dan Sandi Negara pada hari berikutnya, Selasa (19/10).

Kemarin, KPAI mengirim surat kepada Menteri Komunikasi dan Informatika untuk melaporkan kasus peretasan dan pencurian data ini.

Baca Juga :
AirNav: Letusan Semeru Tak Berdampak pada Penerbangan

Menurut Susanto, mereka saat ini sudah berkoordinasi dengan Direktorat Siber Mabes Polri dan BSSN untuk mengatasi masalah ini.

"KPAI telah melakukan mitigasi untuk menjaga keamanan data," kata Susanto.

Dihubungi terpisah pada, Kamis (21/10), Komisioner KPAI Jasra Putra, sudah ada tim dari kepolisian yang mengecek masalah ini pada Selasa (19/10) lalu.

Kementerian Komunikasi dan Informatika menyatakan "sedang kami dalami" saat dikonfirmasi mengenai kasus peretasan ini, Kamis (21/10).

Data pengaduan daring KPAI dijual pada utas berjudul "Leaked Database KPAI" di situs gelap RaidForums.

Baca Juga :
Gembong Ranmor Cilincing Dibekuk Polisi

Berdasarkan sampel yang diberikan peretas, diduga data yang diambil berupa nama lengkap, alamat email, alamat, tanggal lahir, kewarganegaraan dan agama. (yus)


Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA