• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • Masuk

Organisasi Sopir di Probolinggo Keluhkan Pasokan Solar yang Langka

Semenjak beberapa pekan terakhir, solar bersubsidi mulai langka di sejumlah wilayah di Jawa Timur. Salah satunya terjadi di kota/Kabupaten Probolinggo.
Semenjak beberapa pekan terakhir, solar bersubsidi mulai langka di sejumlah wilayah di Jawa Timur. Salah satunya terjadi di kota/Kabupaten Probolinggo.

PROBOLINGGO, kilat.com- Semenjak beberapa pekan terakhir, solar bersubsidi mulai langka di sejumlah wilayah di Jawa Timur. Salah satunya terjadi di kota/Kabupaten Probolinggo.

Bahkan, sejumlah SPBU mulai membatasi jumlah pembelian bagi seluruh konsumen. Kondisi yang terjadi seperti ini banyak dikeluhkan warga, terutama pengusaha jasa angkutan umum.

Menurut Ketua DPC Organisasi Angkutan Darat (Organda) Probolinggo Tomy Wahyu Prakoso terjadi kelangkaan BBM jenis solar di wilayah Probolinggo. Hingga pembelian solar di SPBU dibatasi membuat pihaknya merugi. Sebab, bus pengangkut penumpang rute Surabaya�"Probolinggo hanya mendapatkan jatah solar sebesar Rp50 ribu jelas tidaklah cukup.

“Kami Organda, berharap ada kebijakan untuk angkutan umum. Supaya jasa angkutan umum mempunyai kepastian perjalanan terhadap penumpang. Bila dipaksa pakai Dexlite, perusahaan angkutan dipastikan rugi,” jelasnya pada Kilat.com, Kamis (21/10/2021).

Sementara itu, untuk mencegah kelangkaan berkelanjutan, Pertamina akan melakukan evaluasi kuota serta mengatur ulang kuota lintas kota/kabupaten hingga subsidi silang. Termasuk di Kota/Kabupaten Probolinggo.

Baca Juga :
AirNav: Letusan Semeru Tak Berdampak pada Penerbangan

Section Head Communication Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus Arya Yusa Dwicandra mengatakan, pihaknya akan terus berupaya memenuhi tingginya kebutuhan solar di Probolinggo.

"Untuk mencegah terjadi kelangkaan berkelanjutan, pasokan BBM jenis solar subsidi ke SPBU kali ini terus dilakukan. Kami sedang mengevaluasi serta mengatur ulang kuota dengan subsidi silang. Di mana wilayah yang konsumsinya rendah, kuotanya akan dialihkan ke wilayah yang terjadi peningkatan konsumsi BBM solar,” jelasnya.

Diketahui, di wilayah Probolinggo kuota solar subsidi tahun ini mencapai angka 69 ribu kiloliter atau rata-rata bulanan 6ribu kiloliter. Sementara itu, saat ini terjadi peningkatan konsumsi solar di Probolinggo akibat keberhasilan PPKM yang membuat aktivitas perekonomian masyarakat mulai bergerak kembali.

"Untuk itu, kami mengimbau kepada kendaraan-kendaraan yang tidak layak menerima subsidi seperti mobil mewah dan truk industri besar, agar dapat mengisi BBM jenis gasoil atau diesel. Seperti Dexlite atau Pertamina Dex,” jelas Arya lagi.

"Pihaknya berkomitmen untuk menyalurkan solar subsidi dengan tepat sasaran sesuai Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191/2014. Jika ditemukan ada lembaga penyalur atau SPBU terindikasi dan terbukti melakukanpenyelewengan, maka Pertamina tidak segan memberikan sanksi tegas," pungkasnya.

Baca Juga :
Gembong Ranmor Cilincing Dibekuk Polisi

Kontributor: Juaini
Editor: Mong

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA