• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • Masuk

Kuota Ditambah, Animo Pengunjung KBS Surabaya Masih Minim

Pengunjung Kebun Binatang Surabaya
Pengunjung Kebun Binatang Surabaya

SURABAYA, Kilat.com- Turunnya status PPKM di Kota Surabaya ke level 1, Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) Kebun Binatang Surabaya (KBS) akan menambah kuota kunjungan wisatawan.

Humas PDTS KBS, Agus Supangkat memastikan, mestipun dilakukan penambahan kuota wisatawan, namun penerapan protokol kesehatan tetap dilakukan secara ketat.

Sebelumnya, kuota wisatawan yang berkunjung ke KBS dibatasi hanya 25 persen atau sekitar 2.000 kunjungan setiap harinya. "Sekarang jadi 75 persen (6.000 wisatawan) dari kapasitas normal," kata Agus Supangkat, Kamis (21/10/2021).

Kendati kuota ditambah, kata Agus, antusiasme wisatawan mengunjungi KBS terbilang masih sedikit. Misalnya pada momen libur nasional memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, pengunjung yang datang tidak sampai 50 persen dari kapasitas normal. "Masih agak landai, sampai jam (11.00 WIB) ini 1.500-an (kunjungan)" ujarnya.

Agus Supangkat menambahkan, bagi wisatawan yang akan ke KBS, bisa membeli tiket secara daring maupun luring. Dalam upaya mengantisipasi penumpukan pembeli tiket, PDTS KBS melayani pembayaran cashless atau nontunai.

Baca Juga :
5 Cara Menyenangkan Ajak Anak Masuki Dunia Ilmu Pengetahuan

"Kami sudah ada QRIS, penbayaran bisa lewat GoPay, OVO atau QRIS bank," ujar Agus.

Lebih lanjut Agus mengingatkan seluruh wisatawan yang berkunjung untuk selalu mematuhi protokol kesehatan. Seperti memakai masker dan menyiapkan aplikasi PeduliLindungi atau bukti sudah divaksinasi Covid-19.

Menurut Agus, bagi wisatawan di bawah 12 tahun diperbolehkan masuk meski belum vaksin. Asalkan orang tua yang mendampingi harus sudah divaksinasi.

"Jadi nanti orang tuanya saja yang scan PeduliLindungi, harus sudah vaksin," ujarnya. (Sugeng).

Baca Juga :
Menikmati Semilir Angin Laut di Rumah Pohon Pulau Leebong

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA