• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • Masuk

Kiai Pemimpin Ponpes di Mojokerto Jadi Tersangka Pemerkosa Santriwatinya

Ilustrasi pencabulan anak di bawah umur. Foto: Pixabay
Ilustrasi pencabulan anak di bawah umur. Foto: Pixabay

MOJOKERTO, kilat.com- AM (52), kiai pimpinan pondok pesantren (ponpes) Darul Muttaqin di Mojokerto, Jawa Timur, ditetapkan sebagai tersangka kasus pencabulan dan pemerkosaan santriwatinya. Saat ini ia telah ditahan di Polres Mojokerto.

Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik Polres Mojokerto memeriksa AM secara maraton usai mendapatkan laporan dari kuasa korban pekan lalu.

Sebelum memulai pemeriksaan, Polres Mojokerto telah mengirim Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Mojokerto.

“SPDP sudah diterima Kejaksaan pada hari Selasa (19/10/2021) kemarin. SPDP tersebut telah atau sudah atas nama tersangka AM,” ujar Ivan Yoko, Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Kabupaten Mojokerto pada Kamis (21/10/2021).

Tim penyidik Polres Mojokerto memeriksa AM selama dua hari berturut-turut usai kuasa hukum korban melapor ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Mojokerto pada Jumat (17/10/2021).

Baca Juga :
AirNav: Letusan Semeru Tak Berdampak pada Penerbangan

Lalu pada Senin (18/10/2021), AM diperiksa kembali sebagai terlapor. Sehari kemudian, tepatnya pada Selasa (19/10/2021), AM diperiksa lagi lalu ditetapkan sebagai tersangka.

AM disangka dengan pasal 82 ayat (1) UU RI nomor 17 tahun 2016 tentang Penetapan Perppu nomor 1 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua UU RI nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-Undang.

Kontributor: Amirul
Editor: Mong

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA