• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • Masuk

Belum Divaksin COVID-19, Petenis Tak Dapat Visa di Australia Terbuka

Novak Djokovic dari Serbia merayakan dengan trofi setelah memenangkan pertandingan terakhirnya melawan pemain Rusia Daniil Medvedev pada Australian Open Men's Singles Final di Melbourne Park, Melbourne, Australia, Minggu (21/2/2021). REUTERS/Kelly Defina/WSJ/sa. (REUTERS/KELLY DEFINA)
Novak Djokovic dari Serbia merayakan dengan trofi setelah memenangkan pertandingan terakhirnya melawan pemain Rusia Daniil Medvedev pada Australian Open Men's Singles Final di Melbourne Park, Melbourne, Australia, Minggu (21/2/2021). REUTERS/Kelly Defina/WSJ/sa. (REUTERS/KELLY DEFINA)

MELBOURNE, kilat.com- Pejabat Australia memastikan para petenis yang tidak divaksin COVID-19 bakal terkendala dalam mendapatkan visa untuk berpartisipasi di turnamen tenis Grand Slam Australia Terbuka 2022.

Dengan demikian, maka partisipasi juara bertahan Novak Djokovic di turnamen utama itu menjadi sangat diragukan.

Perdana Menteri negara bagian Victoria, Dan Andrews, mengatakan bahwa dia mengharapkan tidak ada pengecualian dari aturan vaksin COVID-19 Australia untuk para pemain yang bersaing di Grand Slam yang akan berlangsung pada Januari.

"Menurut saya pemain tenis yang tidak divaksin tidak akan mendapat visa untuk datang ke negara ini," kata Andrews, dikutip Antara dari AFP, Selasa (19/10/2021).

"Virus tidak peduli pada berapa peringkat tenis Anda atau berapa banyak Grand Slam yang telah Anda menangi," dia menambahkan.

Baca Juga :
Hasil NBA: Bucks Bungkam Heat, Warriors Dibekuk Spurs, Grillies Ungguli Mavericks

"Dan, jika mereka mendapatkan visa, mereka mungkin harus dikarantina selama beberapa pekan, sementara tidak ada pemain lain yang harus melakukannya."

Petenis nomor satu dunia Djokovic secara terbuka menyuarakan penentangan terhadap vaksin dan menolak untuk mengungkapkan apakah dia sudah divaksin COVID-19.

Djokovic telah memenangi tiga kali berturut-turut Australian Open dan akan mencoba untuk mengamankan rekor turnamen utama ke-21 di Melbourne -ibu kota Victoria- setelah gagal di US Open pada September.

Andrews juga mengindikasikan bahwa siapa pun yang berharap untuk menghadiri Formula One Grand Prix Australia juga harus sudah divaksin.

"Grand Prix pada bulan April, menurut saya tidak akan ada kerumunan untuk Grand Prix yang terdiri dari orang-orang yang belum mendapatkan dosis ganda," kata Andrews. (sbn)

Baca Juga :
Hasil NBA: Nikola Jokic Pimpin Nuggets Tundukkan Knicks di New York

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA