• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • Masuk

Prediksi Liga 1 (16/10/2021): Persipura Jayapura vs Persebaya Surabaya

Latihan Persebaya Surabaya di Liga 1 Indonesia 2021-22. Foto: Persebaya Surabaya
Latihan Persebaya Surabaya di Liga 1 Indonesia 2021-22. Foto: Persebaya Surabaya

SLEMAN, kilat.com- Persebaya Surabaya mewaspadai betul kebangkitan Persipura Jayapura kala mereka berduel pada lanjutan Seri II Liga 1 Indonesia 2021/22 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (16/10/2021) pukul 18:15 WIB.

"Kami fokus membenahi fisik dan taktikal, serta pertahanan menjadi pekerjaan rumah kami sebagai evaluasi dari seri pertama,” beber Aji Santoso seperi dilaporkan situs resmi klub.

Menghadapi Persipura yang posisinya di klasemen berada dua peringkat di bawah Persebaya, tidak membuat Aji merasa diuntungkan. Justru dirinya mewaspadai kekuatan tim lawan yang mengandalkan kecepatan.

Seperti yang diketahui, Persipura musim ini memang banyak ditinggalkan pemain andalannya, seperti Boaz Solossa. Namun tim racikan Jacksen Tiago tetap berpotensi merepotkan dengan deretan pemain depan macam Ferinando Pahabol, Ricky Kayame hingga dan Rivaldo Todd Ferre.

"Persipura pasti mencari momen kebangkitan karena mereka juga mengalami tren kurang baik seri satu. Jadi jelas kondisinya tidak menguntungkan buat kami," beber mantan pelatih timnas Indonesia tersebut.

Baca Juga :
Sejarah Gegenpressing dan Deretan Pelatih Jerman di Liga Inggris

Pertahanan memang menjadi sorotan selama Persebaya berlaga di seri pertama. Gawang Bajol Ijo kebobolan 12 gol. Namun, jika ditelisik lebih lanjut, faktor mental pula lah yang membuat barisan pertahanan mudah sekali dijebol lawan.

Beberapa kali gol lawan terjadi begitu cepat. Contohnya saat lawan PSM Makassar. Saat itu tiga gol lawan terjadi hanya dalam kurun waktu sepuluh menit. Pada laga terakhir melawan PSIS juga terulang. Gol pertama dan gol kedua Laskar Mahesa Jenar hanya berselang tiga menit.

Oleh karena itu, Aji tidak ingin anak asuhnya mengulangi kesalahan yang sama di seri kedua. Mental Rendi Irwan dkk digembleng untuk lebih baik kala menghadapi rangkaian pertandingan di Yogyakarta dan Jawa Tengah.

”Faktor penting di pertandingan adalah mentalitas. Jadi saya push anak-anak agar mentalitas mereka siap untuk seri kedua,” ungkap Aji.

”Dalam latihan dan di luar latihan saya ajarkan bagaimana mentalitas yang bagus. Bagaimana mentalitas yang kuat itu, bagaimana pede (percaya diri), semua sudah saya sampaikan. Pelatih harus bisa jadi psikolog untuk pemainnya. Sudah kita buktikan waktu jadi runner-up musim 2019,” imbuh Aji.

Baca Juga :
Usai Antar PSG Menang, Neymar Alami Kesakitan

Aji yakin suasana kekeluargaan yang dibangun sejak lama di Persebaya juga bisa membantu peningkatan mental pemain. Pemain senior membimbing yang junior. Sementara yang junior menghormati yang senior.

”Karena yang junior masih belum berpengalaman. Dengan saling mengisi seperti itu akan bisa membantu mentalitas tim,” tandasnya.

Sementara itu, menuju ke Yogyakarta dan Jawa Tengah, tim kebanggaan arek-arek Suroboyo memboyong semua pemainnya. Alie Sesay dan Arif Satria yang masih mengalami cedera juga diikutsertakan. Ruy Arianto dan Fernando Pamungkas yang tidak dibawa ke seri pertama, kali ini juga diikutsertakan dalam rombongan.

Menurut mantan pelatih timnas Indonesia tersebut, Persebaya tengah membutuhkan pemain-pemain terbaiknya. Mengingat krisis pemain yang tengah mendera. Sehingga membawa lebih banyak pemain akan membantu persiapan selama di lokasi pertandingan.

"Kami bawa semua, Alie sudah bisa ikut latihan kita bawa. Arif juga. Kita kan krisis pemain karena cedera dan timnas, jadi kita butuh pemain sebanyak-banyaknya untuk persiapan," beber Aji.

Baca Juga :
Singkirkan Italia, Kroasia Segel Tiket Semifinal Piala Davis 2021

Bahkan bek kanan yang tengah menjalani proses penyembuhan cedera ACL, Koko Ari, juga ikut dibawa Aji. Meskipun belum melihat kemungkinan untuk diturunkan, namun kehadirannya diharapkan dapat membantu mental tim.

"Seperti yang saya bilang, kita sedang membutuhkan semua pemain kita. Untuk saling menguatkan, saling support. Meskipun Koko tidak main tapi dia bisa bantu support sekaligus menjalani terapi bersama fisioterapis," jelas pria 51 tahun tersebut. (sbn)

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA