• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • Masuk

Klasemen Akhir Medali PON Papua 2021

  • Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
Pelari Jawa Barat Sumatroleko berselebrasi usai menang dalam final lari 4x400 meter estafet putra PON Papua di Stadion Atletik Mimika Sport Center, Kabupaten Mimika, Papua, Kamis (14/10/2021). Tim Jawa Barat meraih medali emas, sementara tim Jawa Timur meraih medali perak dan tim Jawa Tengah meraih medali perunggu. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/hp.
Pelari Jawa Barat Sumatroleko berselebrasi usai menang dalam final lari 4x400 meter estafet putra PON Papua di Stadion Atletik Mimika Sport Center, Kabupaten Mimika, Papua, Kamis (14/10/2021). Tim Jawa Barat meraih medali emas, sementara tim Jawa Timur meraih medali perak dan tim Jawa Tengah meraih medali perunggu. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/hp.

JAYAPURA, kilat.com- Tuan rumah Papua mengakhiri dengan indah Pekan Olahraga Nasional (PON) XX, pesta olahraga terbesar di Tanah Air, setelah tampil sebagai juara di cabang olahraga paling populer dan bergengsi sepakbola putra.

Di babak final yang berlangsung di Stadion Mandala Jayapura, Kamis (14/10/2021), Papua mengalahkan tim daerah paling ujung barat Indonesia, Aceh, dengan skor 2-0.

Dengan kemenangan tersebut, tuan rumah sukses mengamankan medali emas sepak bola putra PON Papua, sementara Aceh harus puas dengan perak. Sedangkan medali perunggu diraih oleh Jawa Timur yang dalam laga lebih awal mengalahkan Kalimantan Timur 3-2 lewat babak tambahan waktu.

Ini merupakan emas ketiga PON bagi Papua dari cabang olahraga sepakbola putra, setelah mereka juga meraihnya dalam edisi 1993 di Jakarta dan 2004 di Sumatera Selatan.

Pelatih kepala tim sepakbola putra Papua Eduard Ivakdalam meyakini raihan medali emas PON Papua adalah jawaban Tuhan atas kerja keras mereka selama lebih dari dua tahun terakhir.

Baca Juga :
Kemenkum HAM Bantu Mediasi Pengunaan Lagu 'Aku Papua' Tanpa Izin

"Saya pikir apa yang kami coba bangun selama dua tahun ini bersama anak-anak, rasanya Tuhan sudah jawab semuanya ini," kata Eduard selepas pertandingan seperti dikutip Antara.

Perkara mendekatkan diri dengan Tuhan, kata Eduard, adalah kesepakatan bersama para pemain sejak mereka mulai melakukan persiapan untuk menyongsong PON Papua.

"Dan itu terus-menerus mereka lakukan setiap hari sehingga akhirnya apa kekurangan yang kami miliki di lapangan selalu bisa ditutupi oleh keputusan Tuhan," ujarnya.

"Dengan kekompakan tim, kebersamaan tim. Ini tim yang tidak banyak mengeluh, tidak banyak berteriak, tapi akhirnya Tuhan bisa menjawab semua itu," kata Eduard melengkapi.

Khusus untuk laga final, Eduard merasakan betul ada perbedaan yang begitu mencolok dibandingkan saat mereka bertemu Aceh di babak enam besar. Kala itu Papua dibuat cukup mati kutu dan hanya mendapatkan kemenangan 1-0 lewat tembakan spekulasi Samuel Gideon Balinsa.

Baca Juga :
KPK Pelototi Samsat DKI Jakarta

Di partai final, para pemain Papua tampil begitu dominan sekaligus juga tajam di lini depan.

Menurut Eduard, hal itu tidak lepas dari derasnya dukungan para suporter tuan rumah. Tribun Stadion Mandala memang padat nyaris tanpa celah saat partai final dimainkan, bahkan di sudut-sudut terbuka orang-orang rela datang duduk di antara rerumputan demi bisa mendukung tim Papua.

Kehadiran dukungan yang deras itu, diakui Eduard, mampu mengikis kelelahan yang dirasakan para pemain, kendati mereka hanya punya waktu jeda satu hari dari laga semifinal melawan Kalimantan Timur.

"Harus diakui ada perbedaan antara enam besar dengan hari ini. Hari ini walaupun capai dan lelah, ada begitu banyak orang yang datang mendukung," kata mantan kapten Persipura Jayapura itu.

"Ini menjadi suatu tenaga baru bagi para pemain, mereka punya keyakinan dan satu tekad tapi semuanya mereka serahkan sama Tuhan. Dan itu bisa mereka perlihatkan sampai pertandingan berakhir, mereka terus berlari itu," tutup Eduard.

Baca Juga :
Surati Gedung Putih, Senator AS Desak Administrasi Biden Black-list Honor

Kemenangan tim sepakbola Papua melengkapi prestasi kontingen secara umum karena daerah paling timur itu berhasil membuat lompatan besar dengan menempati peringkat keempat perolehan medali secara umum.

Berdasarkan data PB PON Papua hingga seluruh 681 nomor pertandingan diselesaikan, Papua berhasil meraup 93 emas, 66 perak dan 102 perunggu, disusul Bali dengan 28 emas, 25 perak dan 53 perunggu.

Hasil tersebut jauh melampaui prestasi PON 2016 yang berada di urutan delepan dengan 17 emas, 19 perak dan 32 perunggu.

Kemenangan meyakinkan sepakbola putra di partai puncak tersebut semakin membuat tuan rumah larut dengan suka cita karena melengkapi pencapaian mereka secara keseluruhan.

Final sepak bola merupakan salah satu dari cabang olahraga yang menyelesaikan seluruh pertandingan pada pesta yang sudah dimulai sejak 27 September lalu dan dibuka secara resmi oleh Presiden Joko Widodo di Stadion Lukas Enembe, Jayapura.

Baca Juga :
Raup Miliaran Rupiah, Calo Seleksi Akpol Dibekuk Polda Jatim

Pada Jumat (15/10/2021), pesta olahraga yang diikuti sekitar 7.000 atlet dari seluruh 34 daerah, hanya akan menggelar upacara penutupan, juga di Stadion Lukas Enembe. Menurut rencana, PON XX Papua akan ditutup secara resmi oleh Wakil Presiden Ma’ruf Amien.

Jabar pertahankan juara umum

Sementara kontingen Jawa Barat yang sejak seminggu terakhir mulai memperlihatkan kekuatan dengan satu per satu menyalip DKI Jakarta dan Jawa Timur, tidak tertandingi untuk mempertahankan gelar juara umum setelah meraup 133 emas, 105 perak dan 115 perunggu.

DKI Jakarta yang terlibat persaingan sengit sampai detik-detik terakhir dengan Jawa Timur, akhirnya menempati peringkat kedua hanya dengan keunggulan tipis selisih medali perak dan perunggu.

DKI meraih 110 medali emas, 91 perak dan 100 perunggu, sementara Jatim yang sempat menguntit di peringkat ketiga akhirnya terpeleset di peringkat ketiga dengan 110 emas, 89 perak dan 88 perunggu.

Baca Juga :
Hore! Mulai Hari Ini Anak di Bawah 12 Tahun Bisa Naik Kereta Api

Tambahan medali emas untuk Jawa Barat yang semakin memperkokoh posisi di puncak, di antaranya diraih melalui cabang karate nomor kata beregu putri, angkat berat, renang, atletik, loncat indah dan angkat berat.

Sebelum mengunci gelar juara umum untuk kedua kalinya secara beruntun, kontingen Tanah Pasundan itu sempat bersaing ketat dengan dua daerah lain yang secara tradisional merupakan kekuatan utama di setiap penyelenggaraan PON, yaitu Jawa Timur dan DKI Jakarta.

Bagi Jawa Barat, sukses menjadi juara umum merupakan yang kelima dan yang terakhir ketika menjadi tuan rumah 2016. Rekor kemenangan terbanyak masih dipegang oleh DKI Jakarta, yaitu 11 kali dan terakhir pada 2012 di Riau.

Sementara Jawa Timur baru dua kali menjadi juara umum, yaitu pada 2000 ketika menjadi tuan rumah dan pada 2008 di Kalimantan Timur.

Sepanjang sejarah PON, hanya empat daerah yang mendominasi juara, yaitu DKI, Jabar, Jabar dan Jateng. Jateng tampil sebagai juara pada penyelenggaraan PON pertama pada 1948 saat masih diwakili oleh Keresidenan Surakarta.

Baca Juga :
Gempa Bumi di Malang, Getarannya Terasa hingga Tulungagung

Ada pun, PON XX Papua 2021 menggelar 681 nomor pertandingan dari 56 disiplin pertandingan. Total 7.039 atlet yang bertanding.

Jumlah total medali yang diperebutkan adalah 2.212, dengan rincian 687 medali emas, 675 medali perak, dan 850 medali perunggu. (sbn)

Klasemen akhir perolehan medali PON XX Papua 2021


Baca Juga :
Samsung Galaxy M52 5G Ramaikan Pasar Smartphone 5G Harga Miring di Indonesia

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA