• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • Masuk

Jarak Antar Pembalap Makin Rapat, MotoGP 2021 Bukti Kesuksesan Aturan Baru Promotor?

Race MotoGP Austin 2021. Foto: Yamaha Racing
Race MotoGP Austin 2021. Foto: Yamaha Racing

AUSTIN, kilat.com- Persaingan antar pembalap dan motor di MotoGP 2021 makin sengit. Buktinya, jarak antar pembalap di kelas bergengsi makin rapat. Benarkah ini bukti kesuksesan Dorna Sports sebagai promotor?

Ya, MotoGP telah mengalami transformasi dalam beberapa tahun terakhir. Melalui intervensi yang ditargetkan seperti pengenalan elektronik standar untuk semua pabrikan, Dorna Sports telah berhasil membuat balapan lebih kompetitif.

Aspek berkendara masih memainkan peran utama, tetapi telah berkurang selama bertahun-tahun. Misalnya, seperti dirasakan Andrea Dovizioso, yang baru comeback dari cuti dan kini memperkuat Petronas Yamaha SRT.

“Menurut pendapat saya, ada terlalu banyak aerodinamika dan terlalu banyak elektronik di kelas MotoGP saat ini,” tutur pembalap asa Italia tersebut kepada MotoGP.com.

Dovizioso menilai hal itu telah memengaruhi duel di trek. “Lebih sulit untuk mengikuti seseorang (di trek). Dengan aerodinamika, tidak mungkin untuk tetap dekat dan menyalip,” ucap Dovi seraya menggambarkan masalah yang sebelumnya hanya ditemukan dalam balap mobil.

Baca Juga :
Barisan Mobil Listrik dengan Daya Jelajah Terjauh

“Hal terpenting saat ini sebenarnya seberapa tinggi kecepatan murni Anda. Itu sekarang lebih vital daripada bagaimana Anda memacu balapan Anda,” kata Dovi menambahkan.

Runner-up tiga kali MotoGP (2017-2019) tersebut tidak sendirian. Mantan rekannya di Ducati sekaligus pembalap juara dunia tiga kali MotoGP, Jorge Lorenzo, juga melihat balapan di kelas utama kini sudah sangat berubah.

“Dibandingkan 10 tahun lalu, balapan MotoGP telah berubah total,” ujar Lorenzo.

Lorenzo, yang memutuskan pensiun pada akhir musim 2019, ingat saat kelas premier masih memiliki apa yang disebut Claiming Rule Teams (CRT) untuk mengisi grid, selain tim pabrikan dan tim satelit dari pabrik.

“Perbedaan antara pembalap tercepat dan motor di satu sisi serta rider dan motor paling lambat di sisi lain berada dalam kisaran 4 hingga 4,5 detik ketika itu,” kata juara dunia MotoGP tiga kali (2008, 2010, 2012) mengungkapkan.

Baca Juga :
Joki Ducati Kesal dengan Tim-tim MotoGP dan Pembalap Muda

“Sekarang, seluruh pembalap di trek hanya berjarak 0,7 detik. Ini luar biasa. Dari sudut pandang performa, semua motor saat ini mampu finis di podium, bahkan menang,” ulas Lorenzo, mengacu pada performa tenaga motor Aprilia, Ducati, Honda, KTM, Suzuki dan Yamaha.

“Belum pernah terjadi di masa lalu. Ini menunjukkan kerja hebat Dorna, yang secara bertahap berhasil menciptakan keseimbangan di dalam trek,” urai Lorenzo mengapresiasi kerja keras promotor untuk membuat kejuaraan menjadi lebih kompetitif. (sbn)

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA

Rekomendasi Untuk Anda