• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • Masuk

Tekuk DKI, Jabar Bawa Pulang Emas Bulutangkis Ganda Putra PON Papua

Muhammad Shohibul Fikri dan Pramudya Kusumawardana berusaha mengembalikan kok ke arah ganda putra DKI Jakarta Amri Syahnawi dan Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan pada pertandingan final beregu putra PON Papua di GOR Waringin Kotaraja, Kota Jayapura, Papua, Sabtu (9/10/2021)
Muhammad Shohibul Fikri dan Pramudya Kusumawardana berusaha mengembalikan kok ke arah ganda putra DKI Jakarta Amri Syahnawi dan Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan pada pertandingan final beregu putra PON Papua di GOR Waringin Kotaraja, Kota Jayapura, Papua, Sabtu (9/10/2021)

JAYAPURA, kilat.com- Jawa Barat membawa pulang medali emas dari cabang bulutangkis ganda putra di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua 2021 setelah mengalahkan DKI Jakarta dalam laga final di GOR Waringin, Jayapura, Rabu (13/10/2021).

Unggulan kedua Pramudia Kusumawardana/Muhammad Shohibul Fikri berhasil mengatasi unggulan pertama DKI Jakarta Adnan Maulana/Ghifari Ananda hanya dalam dua gim langsung 21-12, 21-10.

Ada pun medali perunggu ganda putra PON Papua menjadi milik bersama pasangan DKI Amri Syahnawi/Yeremia Erich Yoche dan pasangan Jateng Calvin Kristanto/Moh Reza Pahlevi Isfahani.

Raihan ini sekaligus mengakhiri puasa gelar Jabar yang dalam empat edisi terakhir PON selalu gagal menyabet emas pada nomor tersebut. Di PON 2016 yang digelar di rumah sendiri, Jabar hanya membawa pulang perunggu melalui Berry Anggriawan/Hardianto dan Fajar Alfian/Ricky Karanda Suwardi.

Di PON Papua, Jabar sebelumnya juga merebut emas pada nomor tunggal putra melalui Panji Ahmad Maulana dan tunggal putri Saifi Riska Nurhidayah.

Baca Juga :
KPK Pelototi Samsat DKI Jakarta

Sementara itu bagi DKI, kekalahan ini menjadi catatan terburuk mereka sepanjang keikutsertaan mereka dalam ajang PON karena baru kali ini gagal membawa pulang satu pun medali emas.

Tim ibu kota itu padahal menjadi provinsi yang langganan meraih emas setidaknya dalam empat edisi terakhir PON.

DKI bahkan merebut gelar juara umum bulutangkis multicabang nasional empat tahunan tersebut, yakni di PON 2004 (5 emas), 2008 (3 emas), dan 2016 (4 emas).

DKI Jakarta hanya kehilangan gelar juara umum pada PON 2012 di Riau dan hanya finis di urutan ketiga dengan raihan dua emas, satu perak, dan empat perunggu. (antara/sbn)

Baca Juga :
Ridwal Kamil: Jabar Kejar Investasi Rp717 Triliun di 2021

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA