• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • Masuk

Awas! Beredar Obat Tradisional Berbahan Kimia Berbahaya bagi Kesehatan

Ephedra Sinica
Ephedra Sinica

JAKARTA, kilat.com- Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI menemukan obat tradisional yang mengandung bahan kimia yang dilarang penggunaannya dan berbahaya bagi kesehatan masyarakat.

"Berdasarkan hasil kegiatan yang dilakukan oleh 73 UPT BPOM di seluruh wilayah Indonesia sepanjang bulan Juli 2020 sampai dengan September 2021, telah teridentifikasi sebanyak 53 item obat tradisional yang mengandung bahan obat kimia, dan ini jelas dilarang," kata Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik BPOM RI Reri Indriani, Rabu (13/10/2021).

Selain itu, dalam periode Juli 2020-September 2021, BPOM juga menemukan satu item suplemen kesehatan dan 18 kosmetik yang mengandung bahan kimia obat dilarang dan berbahaya.

Sepanjang masa pandemi, BPOM secara rutin melakukan kegiatan pengujian dengan memprioritaskan produk yang dikaitkan dengan penanganan Covid-19 yaitu obat tradisional dan suplemen kesehatan dengan klaim menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh, serta kosmetik berupa hand gel dan hand moisturizer yang digunakan oleh masyarakat secara umum dalam menerapkan protokol kesehatan.

Reri menuturkan, setelah dilaksanakan analisis terhadap temuan bahan kimia obat yang terdapat di dalam obat tradisional, BPOM mengidentifikasi adanya kecenderungan baru pada masa pandemi.

Baca Juga :
Tips Menjaga Agar Jantung Anda Tetap Sehat

Berdasarkan hasil sampling dan pengujian, beberapa obat tradisional ditemukan mengandung efedrin dan pseudoefedrin yang sebelum pandemi hampir tidak pernah ditemukan sebagai bahan kimia obat di dalam obat tradisional.

"Sebagaimana kita ketahui bahwa efedrin dan pseudoefedrin selain sintetis juga terdapat secara alami pada tanaman yang merupakan bahan aktif dari tanaman Ephedra sinica atau Ma Huang yang lazim ditemukan pada obat tradisional China (traditional chinese medicine), termasuk Lianhua Qingwen Capsules (LQC) tanpa izin edar," ujar Reri.

Campuran ephedra sinica pada obat tradisional tersebut tidak tepat dalam pencegahan dan penyembuhan Covid-19. Ephedra sinica merupakan salah satu bahan yang dilarang atau termasuk negative list dalam obat tradisional dan suplemen kesehatan sesuai Peraturan Kepala BPOM dan Peraturan BPOM Nomor 11 Tahun 2020.

Berdasarkan hasil kajian yang melibatkan para ahli dan asosiasi profesi kesehatan, seperti Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Ikatan Apoteker Indonesia, produk obat tradisional yang mengandung ephedra sinica tidak menahan laju keparahan pasien Covid-19, tidak menurunkan angka kematian, dan tidak mempercepat konversi tes usap (swab test) menjadi negatif.

Menurut Reri, ephedra juga dapat membahayakan kesehatan yakni pada sistem kardiovaskuler, bahkan bisa menyebabkan kematian pada penggunaan yang tidak tepat atau berlebihan.

Baca Juga :
Memahami Macam Kelainan Tulang hingga Penanganan Medis yang Diperlukan

Di samping itu, BPOM menemukan bahan kimia obat yang sudah sering ditambahkan ke dalam obat tradisional dan suplemen kesehatan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, yakni sildenafil sitrat dan turunannya, tadalafil, deksametason, fenilbutason, alopurinol, prednison, parasetamol, asetosal, natrium diklofenak, sibutramin HCl, siproheptadin HCl dan tramadol.

Penambahan bahan kimia obat tersebut sangat membahayakan kesehatan penggunanya. Sebagai contoh, deksametason dapat menyebabkan hiperglikemia dan osteoporosis, sedangkan sildenafil dapat mengakibatkan stroke, serangan jantung, bahkan kematian.

Sedangkan untuk produk kosmetik dengan temuan bahan dilarang atau bahan berbahaya didominasi oleh hidrokinon dan pewarna dilarang, yaitu merah K3 dan merah K10. Hidrokinon dapat menimbulkan iritasi kulit menjadi merah dan rasa terbakar atau kulit kehitaman. Sementara, pewarna K3 dan K10 merupakan bahan yang bersifat karsinogen atau bisa menyebabkan kanker.

Sebagai bentuk implementasi kerja sama dengan beberapa otoritas pengawas obat dan makanan, BPOM juga telah menerima laporan adanya peredaran obat tradisional, suplemen kesehatan atau kosmetik yang mengandung baik bahan kimia obat, bahan dilarang ataupun bahan berbahaya dari negara-negara sahabat.

Sesuai laporan yang diterima BPOM tersebut, tercatat ada 202 item obat tradisional dan suplemen kesehatan, juga 97 item kosmetik yang mengandung bahan kimia obat atau bahan dilarang maupun berbahaya. 

Baca Juga :
Hal-Hal yang Penting Diketahui Seputar Kanker Kepala dan Leher

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA

Rekomendasi Untuk Anda