• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • Masuk

PMI DKI Sempat Kewalahan Alami Krisis Darah

Petugas PMI menunjukkan kantong darah di Unit Tranfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) DKI Jakarta, di Jalan Kramat Raya, Jakarta, Jumat (3/9/2021). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/aww.
Petugas PMI menunjukkan kantong darah di Unit Tranfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) DKI Jakarta, di Jalan Kramat Raya, Jakarta, Jumat (3/9/2021). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/aww.

JAKARTA, kilat.com- Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) DKI Jakarta Rustam Effendi mengakui sempat kesulitan memenuhi kebutuhan darah saat gelombang kedua kasus COVID-19 melanda Jakarta pada Juni 2021.

"Kita sempat khawatir karena pada Juni lalu stok darah itu hanya 60 sampai 70 persen dari 1.200 kantung darah yang harus dipenuhi," kata Rustam Effendi saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (13/10/2021).

Menurut dia, menipisnya stok darah dikarenakan banyak warga yang kala itu tidak diperbolehkan beraktivitas di luar rumah.

Kegiatan perkantoran pun tidak sepenuhnya berjalan sehingga karyawan yang biasanya aktif mendonorkan darah jadi tidak melakukan aktivitas pendonoran.

Selain itu, sebagian masyarakat juga masih takut melakukan aktivitas pendonoran darah karena khawatir terpapar COVID-19.

Baca Juga :
Wapres RI Minta Pelayanan Publik Tak Berbelit-belit

Namun perlahan, lanjut Effendi, stok darah kembali stabil seiring menurunnya kasus COVID-19 dan melonggarnya ketentuan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level tiga.

Pihak PMI juga aktif menggandeng organisasi masyarakat, perusahaan swasta, dan instansi pemerintah dalam menggelar kegiatan donor darah massal.

"Kita mendekatkan diri dengan pimpinan pimpinan satuan kerja , pimpinan organisasi, dan instansi pemerintah supaya stok darah senantiasa terpenuhi," kata Effendi.

Setiap harinya, PMI DKI Jakarta harus memenuhi kebutuhan 1.000 sampai 1.200 stok darah.

Dia berharap upaya-upaya tersebut bisa membantu PMI Provinsi DKI Jakarta untuk memenuhi stok darah yang ada.

Baca Juga :
PKB Minta Dana Abadi Pesantren Segera Direalisasikan

Untuk diketahui pada Rabu ini PMI Jakarta Barat beserta Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kalideres menggelar program donor darah massal. Program tersebut, digelar demi memenuhi kebutuhan stok donor darah DKI.

"Sampai siang ini sudah memenuhi 70 persen dari target 300 kantong darah," kata Ketua FKDM kecamatan Kalideres Jakarta Barat Abdul Rosyid Ridho saat ditemui di GOR Kalideres.

Dia menilai masyarakat cukup antusias mengikuti program donor darah tersebut. Lebih lanjut program ini diselenggarakan selama satu hari sejak pukul 08.00 pagi hingga 13.00.

Namun jika jumlah peserta semakin banyak, tidak menutup kemungkinan melanjutkan kegiatan donor massal esok hari.

"Ini kita buka untuk masyarakat umum. Kalau jumlah peserta masih banyak kita bisa gelar lagi besok," kata dia. (yus)

Baca Juga :
Kemenkum HAM Bantu Mediasi Pengunaan Lagu 'Aku Papua' Tanpa Izin

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA