• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • Masuk

Darah Menstruasi Hitam? 5 Kondisi Ini Bisa Jadi Penyebabnya

Ilustrasi
Ilustrasi

JAKARTA, kilat.com- Ada banyak hal yang harus diketahui perempuan terkait peristiwa biologis yang dialaminya, salah satunya adalah mesntruasi. Meski terlihat sederhana, menstruasi butuh perhatian khusus terutama mengenai warna dan tekstur darah yang keluar. Sebab, warna darah menstruasi bisa menjadi indikator yang baik untuk kesehatan kaum hawa. Pada umunya, warna darah haid yang tidak normal bisa berubah dimulai dari merah tua atau coklat, merah muda, abu-abu, hingga hitam.

Kenapa warna darah menstruasi bervariasi?

Menurut konsultan dokter kandungan dan ginekolog dari Motherhood Hospital Mumbai, Surabhi Siddartha, darah menstruasi seorang wanita dapat berubah warna dan tekstur dari bulan ke bulan atau bahkan selama satu periode. Ini dapat dipengaruhi oleh perubahan hormonal, pola makan, gaya hidup, usia, dan lingkungan. Namun, infeksi, kehamilan, dan dalam kasus yang jarang terjadi yakni kanker serviks, juga dapat menyebabkan warna darah yang tidak biasa atau pendarahan yang tidak teratur.

Berikut penyebab darah haid berubah warna menjadi hitam

1. Awal dan akhir periode menstruasi

Baca Juga :
Pemerintah Bangun Rusun untuk ASN

Dalam kebanyakan kasus, variasi warna dari merah ke hitam ada hubungannya dengan aliran dan waktu darah berada di dalam rahim. Ini menunjukkan bahwa haid baru saja dimulai atau berakhir. Kondisi tersebut bisa memakan waktu lebih lama untuk meninggalkan tubuh dan menjadi hitam.

2. Adanya benda asing dalam vagina

Darah haid yang menjadi hitam menunjukkan adanya benda asing yang tersangkut di dalam vagina. Jika kamu melihat perubahan warna tersebut, itu bisa karena benda asing seperti tampon, atau alat kontrasepsi yang bersarang di vagina. Biasanya keadaan tersebut akan diiringi dengan gejala seperti bau atau keputihan.

3. Kanker serviks

Darah hitam disertai waktu pendarahan yang tidak teratur setelah berhubungan seks atau bahkan di antara periode menstruasi dapat mengindikasikan kanker serviks. Tanda-tanda lain dari kanker serviks stadium lanjut termasuk kelelahan, penurunan berat badan, hubungan seksual yang menyakitkan, periode yang lebih lama atau lebih berat, kesulitan buang air kecil, dan nyeri panggul.

Baca Juga :
Jawa Barat Jadi Provinsi Paling Seksi di Mata Investor

4. Keguguran

Pendarahan saat keguguran dapat terlihat berwarna coklat hingga hitam. Itu bisa bergantian antara ringan dan berat atau bahkan berhenti sementara, sebelum memulai lagi. Itu bisa terjadi dalam 20 minggu pertama kehamilan. Bercak merah gelap sering disalahartikan dengan darah haid hitam, dan terkadang dapat mengindikasikan keguguran dini.

5. Infeksi seksual menular

Darah periode hitam juga dapat dikaitkan dengan infeksi menular seksual (IMS) seperti klamidia dan gonore.

Perlu diingat, jika darah haid berwarna hitam disertai dengan keputihan yang tidak biasa, bau busuk, dan gatal-gatal, maka kamu harus segera periksakan ke dokter. 

Baca Juga :
Tips Menjaga Agar Jantung Anda Tetap Sehat

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA

Rekomendasi Untuk Anda