• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • Masuk

Protes Mutasi Massal, PGRI Pulau Taliabu di Malut Kepung Kantor Bupati

Sejumlah guru di Pulau Taliabu menggelar aksi unjuk rasa pada Senin (11/10/2021). Foto: La Ode
Sejumlah guru di Pulau Taliabu menggelar aksi unjuk rasa pada Senin (11/10/2021). Foto: La Ode

TALIABU, kilat.com- Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Pulau Taliabu di Maluku Utara menggelar aksi unjuk rasa terkait mutasi massal, Senin (11/10/2021). PGRI menilai kebijakan mutasi yang diambil pemerintah daerah Taliabu berat sebelah.

Dalam orasinya, Koordinator Aksi, Dedi Idu, meminta Aliong Mus selaku Bupati Taliabu untuk segera menggembalikan guru Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dimutasi. Langkah tersebut guna mempertimbangkan banyak aspek yang diatur dalam Kementerian Riset dan Teknologi dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek) dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

"Ada aturan, jadi kami mendesak bupati agar tinjau kembali soal mutasi tersebut," katanya.

Selain itu, mereka juga mengeluhkan pelantikan sejumlah guru ASN sebagai Kepala Sekolah (kepsek) yang dinilai tidak sesuai aturan berlaku.

"Kami sangat sayangkan, bupati telah menabrak aturan, soal melantik beberapa kepsek yang tidak berdasarkan regulasi yang diatur," teriak Dedi Idu.

Baca Juga :
Wapres RI Minta Pelayanan Publik Tak Berbelit-belit

Pantauan Kilat.com di lapangan, ratusan massa aksi yang didominasi guru ASN tersebut mendatangi kantor Bupati Taliabu. Massa aksi membakar ban mobil bekas di halaman kantor sebagai bentuk protes.

Aksi unjuk rasa sempat ricuh karena peserta demo kesal lantaran Satpol-PP melarang mereka masuk. Akibatnya mereka membongkar pagar pintu masuk kantor setempat.

Sementara itu, Aliong Mus, diketahui tidak berada di kantor. Oleh karena itu, massa aksi ngotot menunggu untuk melakukan hearing atau dialog terbuka guna mendapat jawaban alasan pemutasian massal tersebut.

Hingga kini, pendemo masih melangsungkan aksi, menunggu adanya jawaban dari pihak pemerintah daerah Pulau Taliabu.

Selain Satpol-PP, anggota kepolisian dari Polsek Taliabu Barat juga ikut melakukan pengamanan.

Baca Juga :
PKB Minta Dana Abadi Pesantren Segera Direalisasikan

Kontributor: La Ode
Editor: Mong

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA