• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • Masuk

Bersiap Buka Kembali, Pengelola Wisata Tulungagung Kebingungan Urus Izin PeduliLindungi

  • Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
Wisata Nangkula Park sebelum pembatasan aktifitas masyrakat diberlakukan
Wisata Nangkula Park sebelum pembatasan aktifitas masyrakat diberlakukan

TULUNGAGUNG, kilat.com- Pengelola wisata di Kabupaten Tulungagung berharap dinas terkait segera melakukan sosialisasi terkait syarat lokasi wisata bisa beroperasi kembali, walaupun saat ini Tulungagung masih ada di level 3 PPKM.

Hal ini disampaikan oleh Pengelola wisata Nangkula Park, Anang Mustofa yang dihubungi melalui sambungan telepon pada Jumat (24/9/2021).

Anang mengakui lokasi wisata belum bisa beroperasi saat kabupaten Tulungagung masih berstatus PPKM level 3 PPKM. Namun, melihat keseriusan percepatan vaksinasi Covid-19 di Tulungagung, bukan tidak mungkin perubahan ke level 2 bisa terjadi.

Oleh sebab itu, ia meminta Dinas Pariwisata segera bergerak dengan mensosialisasikan syarat dan ketentuan terbaru bagi pengelola wisata jika ingin membuka tempat usahanya.

"Sampai sekarang saya belum pernah dengar pengelola wisata itu dikumpulkan dan dikasih sosialisasi, ini nanti begini ini nanti bagaimana kalau mau buka kembali, belum pernah sama sekali," ujarnya.

Baca Juga :
Pengamat: Syarat Wajib PCR Memberatkan Penumpang Pesawat

Anang mengungkapkan, walaupun Nangkula Park yang dikelolanya tidak masuk dalam daftar lokasi wisata yang diujicoba untuk beroperasi, tetapi pihaknya secara mandiri sudah berupaya mengurus izin pembukaan kembali lokasi wisata.

Izin yang dimaksud adalah izin untuk bisa mendapatkan QR Code Peduli lindungi melalui Kementrian Kesehatan dan Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Sayangnya, lagi-lagi setelah ditunggu hingga satu minggu, tidak ada jawaban yang diterimanya melalui email.

"Sudah ada 7 hari,katanya nanti dibalas lewat email, ternyata belum juga, ini kan saya bingung juga," ucapnya.

Selain meminta Dinas Pariwisata untuk melakukan sosialisasi, Anang juga meminta Satgas Covid-19 Tulungagung melakukan klasifikasi lokasi wisata, sebab ada beragam jenis lokasi wisata di Tulungagung.

Seperti wisata alam yang seluruhnya merupakan tempatberjalan-jalan, namun ada juga lokasi wisata yang merupakan gabungan antara restoran dan fasilitas penunjang lainnya.

Baca Juga :
Hari Pertama Dibuka, Ribuan Pengunjung Padati Ragunan

"Misal kayak wisata pantai, kayak gitu kan ndak bisa disamakan dengan wisata yang ada restorannya. Misal restoran dengan pemandangan alam, itukan juga lokasi wisata," jelasnya.

Dengan adanya konsep klasifikasi tersebut, diharapkan dapat membantu penetapan aturan yang bisa tepat sasaran. (firmanto)

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA