• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • Masuk

Warga di Probolinggo Heboh, Saldo Bantuan dari Pemerintah Hilang

Uang Rupiah. Foto: Faradian Taufiq Setyadi/Kilat.com
Uang Rupiah. Foto: Faradian Taufiq Setyadi/Kilat.com

PROBOLINGGO, kilat.com- Warga Dusun Jatian, Desa Tegalwatu, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, yang merupakan penerima bantuan Program Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) geger. Pasalnya, mereka dikejutkan dengan hilangnya saldo bantuan yang ada di ATM PKH yang mereka miliki.

Salah seorang warga, Sholehati (24), mengatakan sejak terdaftar sebagai salah satu penerima bantuan, ia tidak pernah memegang kartu ATM. Selama ini, ATM miliknya dipegang oleh ketua RT setempat.

"Awalnya saya hanya terdaftar sebagai penerima bantuan sosial BPNT, hingga akhirnya juga terdaftar sebagai penerima program bantuan PKH balita. Namun selama ini saya gak pernah pegang kartu ATM saya. Kartu ATM selalu dipegang Pak RT," jelas Sholehati, Kamis (23/09/2021).

Ia mengatakan tidak tahu kapan pastinya bantuan tersebut akan cair. Selama ini ia dan warga lainnya mendapatkan info hanya dari ketua RT setempat.

Sholehati juga membenarkan bahwa saldo tunai yang ada di rekeningnya hilang. Karena merasa dirugikan, ia berencana untuk menempuh jalur hukum.

Baca Juga :
Jalan Medan-Berastagi di Sumut Longsor, Lalu Lintas Lumpuh Total

"Kasus yang menimpa saya ini akan saya tindak lanjut. Saya sudah memberikan kuasa khusus kepada DPC LBH CAKRA Probolinggo raya untuk diproses secara hukum dan perundang-undangan yang ada," ujarnya.

Merespons hal ini, Koordinator Kecamatan Tiris Ali Fikri yang didampingi Pendamping PKH desa Tegalwatu Haris menjelaskan kalau saldo bantuan yang ada di rekening warga tersebut bukan hilang, melainkan dikembali sebagai kas negara.

"Saldo tersebut secara otomatis kembali sebagai kas negara. Karena diduga penerimanya tidak melakukan transaksi selama tiga bulan berturut-turut. Itu sudah prosedur dari Kementerian," jelas Ali Fikri.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa saldo tersebut akan kembali diterima oleh KPM pada pencairan periode berikutnya.

Kontributor: Juaini
Editor: Mong

Baca Juga :
Tabrak Babi Liar, Nelayan di Bengkulu Dilarikan ke RS

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA