• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • Masuk

Kesuburan Juga Ditentukan Pria, Pemeriksaan Sperma Jadi Tindakan Pertama

Ilustrasi
Ilustrasi

JAKARTA, kilat.com- Wanita menjadi pihak yang paling sering disalahkan ketika sebuah hubungan pernikahan tak kunjung dikarunia buah hati. Lingkungan sosial di Indonesia juga masih mendukung opini tentang tingkat kesuburan seorang istri adalah penyebab utamanya. Mereka sering melupakan bahwa kesuburan sperma pria juga berperan penting dalam menentukan keberhasilan progam kehamilan.

Spesialis kebidanan & kandungan konsultan fertilitas, endokrinologi & reproduksi, Prof. Dr. dr. Budi Wiweko, MPH, Sp.OG-KFER mengatakan, pemeriksaan sperma merupakan tindakan pertama yang perlu dilakukan sebelum pengecekan pada perempuan untuk kasus gangguan kesuburan.

"Sekitar 35 persen sebab gangguan kesuburan oleh faktor sperma. Oleh karena itu, yang pertama kali diperiksa sperma sebelum dilakukan pemeriksaan pada perempuan," ujarnya.

Menurut Budi, jumlah sperma normalnya sekitar 15 juta per cc, dengan jumlah yang bergerak sebanyak 32 persen. Bila hasil menunjukkan tidak normal maka disarankan pemeriksaan ulang tiga bulan kemudian. Pada kasus sperma nol, dokter akan memeriksa ketersediaan sperma ada di testis, kemudian sebab kelainan apakah karena faktor produksi atau distribusi.

"Karena itu penting dilakukan pemeriksaan volume testis, hormon untuk memikirkan apakah ada sperma di testis. Kalau ada bisa dilakukan biopsi testis untuk mendapatkan sperma pada bayi tabung," tutur Budi.

Baca Juga :
Manfaat Daun Keladi Tikus dan Sirsak sebagai Obat Tradisional

Apa yang menentukan kesehatan sperma?

Dilansir dari Mayo Clinic, kesehatan sperma tergantung pada berbagai faktor termasuk kuantitas, pergerakan, dan struktur.

1. Kuantitas: Anda kemungkinan besar akan subur jika air mani yang dikeluarkan dalam satu ejakulasi mengandung setidaknya 15 juta sperma per mililiter. Terlalu sedikit sperma dalam ejakulasi akan membuat wanita sulit hamil karena lebih sedikit kandidat yang tersedia untuk membuahi sel telur.

2. Pergerakan: Untuk mencapai dan membuahi sel telur, sperma harus bergerak, menggeliat, berenang melalui serviks, rahim, dan saluran tuba wanita. Ini dikenal sebagai motilitas. Kemungkinan besar Anda subur jika setidaknya ada 40% sperma yang bergerak.

3. Struktur (morfologi): Sperma normal memiliki kepala oval dan ekor panjang, yang bekerja sama untuk mendorongnya. Meskipun tidak sepenting faktor kuantitas atau pergerakan sperma, semakin banyak sperma yang Anda miliki dengan bentuk dan struktur normal, maka semakin besar pula kemungkinan Anda untuk subur.

Baca Juga :
Tips Menjaga Agar Jantung Anda Tetap Sehat

Apa penyebab masalah kesuburan pria?

- Masalah di hipotalamus atau kelenjar pituitari " bagian otak yang memberi sinyal pada testis untuk memproduksi testosteron dan sperma (hipogonadisme sekunder).

- Penyakit testis.

- Gangguan transportasi sperma.

- Kemampuan sperma untuk bergerak dan proporsi sperma normal cenderung menurun seiring bertambahnya usia, sehingga memengaruhi kesuburan, terutama setelah usia 50 tahun.

Baca Juga :
Memahami Macam Kelainan Tulang hingga Penanganan Medis yang Diperlukan

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA