• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • Masuk

Merasa Lelah di Tempat Kerja? Berikut 5 Cara Mudah Atasi Work Fatigue

Ilustrasi
Ilustrasi

JAKARTA, kilat.com- Semua orang pernah merasa lelah di tempat kerja. Namun, rasa lelah yang tak kunjung ada habisnya adalah sebuah fenomena yang berbeda. Kondisi tersebut membutuhkan perhatian yang cermat dan harus segera ditangani.

Work fatigue merupakan kelelahan ekstrim dan penurunan kapasitas fungsional yang dialami selama dan di akhir hari kerja. Ini adalah campuran dari kelelahan fisik, mental, dan emosional yang tidak dapat dihilangkan dengan istirahat atau waktu tidur yang cukup.

Kelelahan seperti itu mengurangi kemampuan seseorang untuk fokus, hingga menurunkan motivasi. Ada berbagai macam stresor yang menyebabkan terlalu lelah bekerja dan mengalami masa krisis. Untungnya, ada cara yang dapat membantu kamu keluar dari belenggu work fatigue.

1. Beri batasan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan

Bertanggung jawab atas pekerjaan adalah sebuah tindakan yang baik, tapi jangan sampai hal itu membuat kamu berubah menjadi workholic. Mengabaikan kehidupan pribadi demi pekerjaan akan menyebabkan kelelahan akut. Jangan periksa email atau chat yang berkaitan dengan pekerjaan setelah jam kerja berakhir. Ketahuilah bahwa kamu tidak diwajibkan untuk dapat diakses selama 24/7 (kecuali hal mendesak). Seorang pekerja yang cukup istirahat dan berenergi, baik secara fisik maupun mental, jauh lebih berharga daripada orang yang terlalu banyak bekerja.

Baca Juga :
Menparekraf: PTNP Turut Berkontribusi Pulihkan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

2. Jaga kesehatan

Kelelahan kerja juga dapat disebabkan oleh masalah kesehatan yang berkelanjutan. Pola makan yang buruk, kurang olahraga, dan kurang tidur tidak dapat disangkal berkontribusi pada tingkat energi dan produktivitas harian kamu di tempat kerja. Kurang tidur meningkatkan risiko dehidrasi, yang berdampak langsung pada kinerja. Sempatkan untuk mngonsumsi makanan sehat serta olahraga ringan.

3. Rencanakan jadwal sesuai dengan pola produktivitas

Penyebab lain dari munculnya kelelahan di tempat kerja adalah jadwal yang tidak selaras dengan jam biologis dan pola produktivitas kamu. Setiap orang harus mengetahui apakah ia tipe orang pagi atau malam (ritme sirkadian). Kenali juga pada jam-jam berapa puncak produktivitasmu terjadi. Jika sudah, kamu bisa mengatur jadwal sesuai dengan pola produktivitas tersebut.

4. Tidur malam yang cukup dan nyenyak

Baca Juga :
Awas Terjerumus! Ketahui Beda Pinjol Legal dan Ilegal

Aspek penting lainnya ketika berhadapan dengan work fatigue adalah memastikan tidur malam yang nyenyak. Kurang tidur berdampak pada tingkat energi, fungsi kognitif, dan motivasi kamu. Sehingga dapat dengan cepat berubah menjadi kelelahan umum, yang juga memengaruhi kinerja. Pernahkah kamu mengalami bangun di pagi hari setelah tidur selama 8 jam, namun merasa tidak enak? Ini menandakan bahwa tidur kamu tidak cukup. Sebab, kekuatan tidur tidak hanya terletak pada jumlahnya, tetapi juga kualitasnya.

5. Pertimbangkan untuk mengambil cuti

Dikutip dari DeskTime, menurut penelitian, karyawan paling produktif bekerja selama 52 menit dan istirahat selama 17 menit. Bekerja dalam sprint seperti itu memberi fungsi kognitif dan tubuh mendapat waktu istirahat yang cukup. Sehingga sesi kerja berikutnya dapat "dimulai" dengan efisiensi yang sangat baik.

Jika tidak ada metode untuk mengatasi kelelahan kerja yang tampaknya berhasil, kamu bisa mempertimbangkan untuk mengambil cuti. Rutinitas dapat menjadi musuh bagi kreativitas, motivasi, dan produktivitas. Memiliki hari untuk diri sendiri sangat penting demi kesejahteraan, serta menghindarkan kamu dari kelelahan total.

Baca Juga :
Menabung vs Investasi, Mana yang Lebih Baik?

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA