• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • Masuk

Jubir Satgas Covid-19 Beberkan Kunci Mengubah Pandemi Menjadi Endemi

Vaksin COVID-19 Pfizer & BioNTech diumumkan produsennya aman bagi anak-anak di usia 5-11 tahun. Foto: Live Science/Shutterstock
Vaksin COVID-19 Pfizer & BioNTech diumumkan produsennya aman bagi anak-anak di usia 5-11 tahun. Foto: Live Science/Shutterstock

JAKARTA, kilat.com- Belajar dari negara-negara dengan cakupan vaksinasi dosis pertama yang tertinggi di dunia, antara lain Singapura 79 persen, Finlandia 73 persen , Inggris 71 persen , Jepang 66 persen, dan Amerika serikat 63 persen,namun kenyataannya lonjakan kasus masih terjadi pada negara-negara tersebut.

Lalu, apa yang menjadi penyebab peningkatan kasus dari ke-5 negara tersebut? Juru Bicara Satgas Covid-19 BNPB Prof Wiku Adisasmito dalam jumpa pers virtual, Kamis (23/9), membeberkan beberapa penyebab terjadinya peningkatan Covid-19 di negara dengan cakupan vaksinasi yang tinggi. 

Di Singapura,hanya difokuskan pada penguatan 3T dan peningkatan cakupan vaksinasi, namun kurang berfokus pada protokol kesehatan ditempat umum. Akibatnya bermunculan klaster restoran,tempat makan dibandara, tempat karaoke, mal hingga terminal bus. 

Di Finlandia peningkatan terjadi karena adanya klaster sepak bola yang dari Rusia tanpa dilakukan tes skrining terlebih dahulu. Selain itu masyarakat tidak merespon pada upaya tracing yang dilakukan oleh pemerintah sehingga menghambat pelacakan dan penanganan kasus sejak dini.

Di Inggris dilakukan relaksasi aktifitas sosial ekonomi dan utamanya pembukaan sekolah tatap muka yang kurang berhati-hati dan memperhatikan kesiapan seluruh unsur yang terlibat, menyebabkan kasus covid 19 meningkat, klaster di sekolah mulai bermunculan.

Baca Juga :
Manfaat Daun Keladi Tikus dan Sirsak sebagai Obat Tradisional

Di Jepang terdapat klaster yang berhubungan dengan olympic games. Meskipun pembatasan yang ketat dalam pelaksanaan olympic games, namun hal tersebut masih berpengaruh signifikan terhadap pola kegiatan sosial masyarakat di Jepang. Masyarakat cenderung berkerumun untuk menonton pertandingan bersama-sama di bar, cafe maupun restoran.

Di Amerika Serikat, cakupan vaksinasi yang tinggi namun tidak dibarengi dengan pelaksanaan dan pengawasan protokol kesehatan yang baik. Penggunasn masker yang tidak menjadi kewajiban dibeberapa tempat umum disaat kegiatan sosial ekonomi yang sudah berjalan normal menjadi salah satu penyebab adanya kenaikan kasus. 

Dengan adanya lonjakan kasus diberbagai negara yang cakupan vaksinasi tinggi, kita harus paham bahwa tidak boleh hanya bergantung pada efek vaksinasi untuk mencapai target endemi Covid-19.

Penting untuk dipahami bahwa target vaksinasi di masa pandemi adalah untuk membentuk kekebalan komunitas. Kekebalan komunitas baru dapat terbentuk dengan sempurna apabila seluruhnya telah mendapatkan vaksinasi dosis lengkap.

"Untuk itu kita tidak boleh berpuas diri dan merasa aman hanya dengan vaksin. Terutama jika hanya vaksin dosis pertama," jelas Wiku. 

Baca Juga :
Tips Menjaga Agar Jantung Anda Tetap Sehat

Endemi dapat tercapai apabila peningkatan cakupan vaksinasi dibarengi dengan upaya kolektif lainnya yaitu pengawasan protokol kesehatan, kepatuhan seluruh masyarakat, kesiapan vasilitas pelayanan kesehatan dan peningkatan tes Covid-19 serta pelacakan kontak erat.

Semoga, kita dapat belajar dari 5 negara tersebut, dimana pencapaian target vaksinasi tetap harus dibarengi dengan 3T dan protokol kesehatan yang baik dan ketat, agar Indonesia dapat merubah pandemi menjadi endemi. (aya).

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA