• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • Masuk

Jubir Satgas Covid-19 Ingatkan Kasus Bisa Naik Kembali seiring Mobilitas Meningkat

Ilustrasi Grafik
Ilustrasi Grafik

JAKARTA, kilat.com- Hampir dua tahun lamanya Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Selama pandemi, Indonesia sudah mengalami kenaikan dan penurunan kasus yang selalu berulang. 

Hal tersebut dapat terlihat jelas pada saat libur nasional, baik itu libur Idul Fitri maupun libur Natal dan Tahun Baru. Selama libur selalu terjadi kenaikan kasus yang tidak signifikan sampai first wave dan second wave 

Tak dapat terelakkan bahwa selama libur Hari Raya, sangat berdampak kepada mobilitas penduduk dan kondisi sosial ekonomi. Masyarakat cenderung akan berkumpul dan bertemu dgn keluarga, serta bepergian pada periode tersebut. 

"Kegiatan inilah yang sangat berpotensi menyebabkan penularan Covid 19 bila tidak dibarengi dengan disiplin prokes," jelas Juru Bicara Satgas Covid-19 BNPB Prof Wiku Adisasmito dalam jumpa pers virtual, Kamis (23/9)

Mobilitas penduduk tinggi pada saat kasus belum meningkat. Namun, begitu terjadi peningkatan kasus, Pemerintah mengeluarkan kebijakan pembatasan mobilitas penduduk, yang mengakibatkan mobilitas mengalami penurunan. 

Baca Juga :
Infografis: Industri Farmasi & Alkes Indonesia Harus Mandiri

Pola tersebut akan terus berulang, dimana saat kasus melandai, mobilitas kembali akan meningkat. Adanya pola tersebut, menunjukkan pemerintah responsif dalam menurunkan lonjakan kasus dengan langsung melakukan kebijakan terkait pembatasan mobilitas.

Selain itu, penurunan mobilitas saat kasus meningkat juga tidak lepas dari kepatuhan masyarakat dalam menaati kebijakan pembatasan mobilitas yang ditentukan pemerintah.

Hal yang perlu diwaspadai saat ini adalah dengan melandainya kasus Covid pasca second wave mobilitas penduduk cenderung mengalami peningkatan. Terlebih saat ini pemerintah mulai melakukan pembukaan aktivitas sosial ekonomi secara bertahap.

"Dengan pola yang ada, bukan tidak mungkin kasus Covid 19 dapat meningkat dikemudian hari. Sebagai dampak mobilitas yang meningkat," jelas Wiku.

Pembatasan pelonggaran mobilitas akan terus terjadi, namun disaat penurunan kasus ini kuncinya adalah kesadaran masyarakat untuk mandiri melihat situasi dan bijak dalam menjalankan aktivitas sosial ekonomi.

Baca Juga :
Manfaat Daun Keladi Tikus dan Sirsak sebagai Obat Tradisional

"Dimohon agar masyarakat tetap berhati-hati dalam berkegiatan sehari-hari dan menghindari kerumunan semaksimal mungkin," ujar Wiku. (aya)

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA