• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • Masuk

Pesona Danau Limboto di Gorontalo, Tempat Bermuara 23 Sungai

  • Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
Danau Limboto, Gorontalo
Danau Limboto, Gorontalo

GORONTALO, kilat.com- Gorontalo memiliki beragam kekayaan hayati yang menarik untuk dikunjungi. Selain terkenal sebagai lumbung jagung nasional, Gorontalo menyimpan sebuah danau memukau bernama Limboto. Danau yang terletak di Kecamatan Limboto ini menjadi tempat bermuara bagi 23 sungai yang mengalir di sekitarnya.

Keindahan yang Danau Limboto tawarkan juga membuatnya dijadikan pelabuhan oleh kawanan burung migran. Pada Agustus-Oktober 2020, ribuan burung migran singgah di danau Limboto, sebelum meneruskan perjalanan ke benua lain. Burung-burung migran itu menjadikan danau sebagai lahan untuk mencari makannya. Di danau terbesar di Gorontalo itu bahkan terdapat sumber panas bumi (geothermal).

Untuk menikmati Danau Limboto, kamu bisa menyusurinya dengan menaiki perahu yang dapat disewa dari masyarakat setempat. Tidak ada harga khusus yang dibanderol oleh para penyedia jasa sewa. Di momen tersebut, kamu bisa menggunakan kemampuan dalam bernegosiasi.

Danau Limboto terbilang spesial sekaligus unik karena terhubung dengan laut dan menjadi habitat berbagai jenis ikan air tawar. Beberapa yang dapat kamu jumpai di antaranya nila, tawes, mujair, dan gabus. Danau alami itu juga dihuni oleh ikan endemik yaitu manggabai (Glossogobius giuris) dan payangga (Ophiocora porocephala). Sayangnya, kedua ikan tersebut sdah sangat langka kemunculannya.

Fajar dan senja menjadi waktu terbaik untuk melihat panorama di sekitar Danau Limboto. Kilauan cahaya jatuh dengan sempurna di atas permukaan air danau dan berpadu elok dengan langit oranye.

Baca Juga :
Pengamat: Syarat Wajib PCR Memberatkan Penumpang Pesawat

Jangan khawatir jika perut mulai merasa lapar, di sekitar Danau Limboto banyak dijajakan kuliner berbahan baku ikan, mulai dari yang digoreng hingga bakar. Tak ketinggalan pula gurihnya daging ikan dilengkapi dengan sambal dabu-dabu yang khas.

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA