• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • Masuk

Pelaku Usaha Wisata di Yogyakarta Keluhkan Sulitnya Pengajuan QR Code PeduliLindungi

  • Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
Seluruh destinasi dan usaha pariwisata di Kota Yogyakarta diminta segera mengajukan permintaan QR Code.
Seluruh destinasi dan usaha pariwisata di Kota Yogyakarta diminta segera mengajukan permintaan QR Code.

YOGYAKARTA, kilat.com- Seluruh destinasi dan usaha pariwisata di Kota Yogyakarta diminta segera mengajukan permintaan QR Code. Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, Wahyu Hendratmoko pada Kamis (16/9/2021) mengatakan, syarat utama apabila nanti sudah diizinkan untuk operasional adalah menyediakan QR Code yang nantinya dapat terkoneksi dengan pemindai di aplikasi PeduliLindungi.

"Syarat lainnya adalah sertifikat CHSE (clean, healthy, safe and environmentaly sustainable)," ujar Wahyu.

Wahyu menambahkan, pengajuan dapat dilakukan secara daring ke pusdatin, namun ternyata banyak pemilik usaha yang mengeluh karena prosesnya cukup sulit dan lama. Penerapan QR Code di Yogyakarta sendiri sudah diberlakukan di mal dan salah satu destinasi wisata yakni, GL Zoo.

"Tidak hanya destinasi wisata dan mal yang akan menerapkan QR Code tetapi juga hotel, restoran, hingga bioskop yang saat ini sudah diperbolehkan beroperasi kembali di wilayah yang menerapkan PPKM level 2 dan level 3," katanya.

Sementara itu terkait sertifikasi CHSE, Wahyu mengungkapkan bahwa hampir semua destinasi wisata di Yogyakarta belum mengantongi sertifikat yang diterbitkan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tersebut.

Baca Juga :
Pengamat: Syarat Wajib PCR Memberatkan Penumpang Pesawat

"Ada beberapa syarat yang sulit dipenuhi, misalnya pengelolaan harus berada di bawah yayasan atau institusi. Oleh karenanya, ada beberapa destinasi wisata yang belum bisa memperoleh CHSE meskipun sudah mendapat verifikasi protokol kesehatan di tingkat Kota Yogyakarta," katanya. (Gustan Sulaiman)

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA