• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • Masuk

Berlomba dengan AS dan Jepang Jadi Pemimpin 6G, CEO Huawei: Kalau Perlu Langgar Batas Langit

Huawei bertekad menjadi pemimpin dalam pengembangan teknologi jaringan 6G. Foto: Ist
Huawei bertekad menjadi pemimpin dalam pengembangan teknologi jaringan 6G. Foto: Ist

SHENZHEN, kilat.com - Huawei Technologies berusaha kuat untuk memimpin teknologi telekomunikasi generasi berikutnya alias generasi ke-6 (6G). Perusahaan bertujuan menjadi pelopor dalam jaringan 6G, karena AS dan Jepang juga berinvestasi besar-besaran menuju standar jaringan berikutnya.

Menurut laporan NikkeiAsia, rencana raksasa teknologi China itu mengembangkan 6G dilakukan di saat AS dan Jepang juga mendorong teknologi 6G.

Selain itu, CEO dan pendiri perusahaan, Ren Zhengfei telah meminta karyawannya untuk "melanggar batas di langit" dan menetapkan standar global dalam industri. Pernyataan itu dibuat ketika dia berbicara di depan pertemuan ilmuwan, peneliti, dan pekerja magang perusahaan bulan lalu.

Sesuai dokumen internal perusahaan, pejabat senior mengatakan Huawei akan terus mengembangkan bisnis 5G dan AI (Kecerdasan Buatan) sambil juga bergerak maju dalam teknologi generasi berikutnya. Meskipun, rintangan terbesar untuk rencananya kemungkinan adalah AS, yang telah memberlakukan berbagai sanksi di masa lalu yang pada dasarnya melumpuhkan bisnis ponsel pintarnya.

Ren Zhengfe mengakui dampak dari pembatasan perdagangan AS ini tetapi juga menegaskan, "Penelitian kami tentang 6G adalah persiapan menghadapi hari hujan, dan kami bertujuan untuk merebut hak paten 6G. Kami tidak boleh menunggu sampai 6G menjadi layak, karena menunggu akan membebani karena kurangnya paten.”

Baca Juga :
Google Pixel 6 Punya Tiga Senjata Kalahkan Kemampuan iPhone 13

Sampai saat ini, Huawei telah memegang jumlah paten esensial standar terbesar untuk teknologi 5G. Dan sekarang, China juga bergerak menuju teknologi 6G, yang merupakan salah satu bidang penelitian utamanya.

Sementara itu, AS dan Jepang juga berlomba mengembangkan jaringan 6G agar lebih bersaing dengan China. Saat ini, 6G masih dalam tahap awal tetapi menjanjikan sejumlah besar aplikasi di masa depan, termasuk peluang dalam penelitian ruang angkasa dan ilmu Bumi.

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA