• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • Masuk

DVI Polri Indentifikasi 14 Korban Kebakaran Lapas Tangerang

Kantung jenazah korban tewas kebakaran Lapas Tangerang.
Kantung jenazah korban tewas kebakaran Lapas Tangerang.

JAKARTA, kilat.com - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Mabes Polri kembali mengidentifikasi jenazah korban kebakaran Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Klas I Tangerang, Banten. Kali ini Tim DVI berhasil mengetahui identitas 14 orang jenazah.

"Pada hari ini tim DVI berhasil mengidentifikasi 14 korban (kebakaran Lapas Tangerang, red)," ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono kepada wartawan di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (15/9/2021).

Dengan demikian, kini sudah 39 jenazah yang telah berhasil teridentifikasi dari 41 orang yang menjadi korban dalam insiden kebakaran maut di Lapas Klas I Tangerang, Rabu (8/9/2021) dini hari lalu. Sisa dua jenazah lagi.

Rusdi menuturkan dua jenzah itu atas nama Samuel Macado Nhavene yang merupakan Warga Negara Nigeria dan Bambang Guntara Wibisana. Ia menyebut, dua jasad itu masih membutuhkan kelengkapan data pendukung untuk memastikan identitas jenazah.

"Jenazah atas nama Samuel dan Bambang Guntara secara fisik sudah dikenali hanya saja Tim DVI butuh data tertentu untuk lebih meyakinkan," tuturnya.

Baca Juga :
Ditetapkan Tersangka, KPK Minta Azis Syamsuddin Kooperatif

Meski masih menyisakan dua jenazah lagi yang belum teridentifikasi, Rusdi menegaskan bahwa Tim DVI Mabes Polri telah resmi menghentikan proses identifikasi.

"Karena sudah teridentifikasi semua operasi DVI dalam rangka identifikasi kasus kebakaran Lapas Tangerang dinyatakan telah berakhir," tuntasnya. 

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA