• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • Masuk

Tempat Wisata di Jawa Timur Harus Memiliki Sertifikat CHSE dan QR Code

  • Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
Tempat wisata di Jawa Timur harus Bersertifikat CHSE dan memasang QR Code
Tempat wisata di Jawa Timur harus Bersertifikat CHSE dan memasang QR Code

SURABAYA, Kilat.com- Seiring dengan melandainya kasus aktif Covid-19 di Jawa Timur, destinasi wisata yang ingin kembali buka harus mengikuti sejumlah aturan. Hal itu mengacu pada Instruksi Kementerian Dalam Negeri bahwa destinasi wisata yang ingin beroperasi harus berada di daerah PPKM Level 2 dan 3. Selain itu, diperlukan pula rekomendasi dari pemerintah kabupaten/kota setempat.

"Harus hati-hati, level dua terus sekarepe dewe (seenaknya sendiri). Acuannya Inmendagri tetap, itu direkomendasikan bahwa yang mengambil keputusan kepala daerah," ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jawa Timur Sinarto, Selasa (14/9/2021).

Pertimbangan lain agar lebih mudah mendapatkan izin operasional yakni destinasi wisata harus dilengkapi dengan sertifikat CHSE (Cleanliness, Health, Safety dan Enviroment) dan QR Code. Sertifikat tersebut menunjukkan kalau destinasi wisata menjamin kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan.

Saat ini, hanya ada 46 tempat wisata yang bersertifikat CHSEdari, dari total 474 unit. Artinya baru 9,7 persen yang bersertifikat. Disbudpar Jatim pun mendorong agar pengelola wisata dan pemerintah kabupaten/kota segera mendaftarkan sertifikasi CHSE.

"Kita mendorong kabupaten/kota untuk mendapat sertifikat CHSE, karena apa, hal itu penting untuk menjaga pengelolaan secara baik dan keselamatan bagi wisatawan," jelasnya.

Baca Juga :
Pengamat: Syarat Wajib PCR Memberatkan Penumpang Pesawat

Tak hanya destinasi wisata, sertifikat CHSE ini juga berlaku bagi hotel, restoran, dan homestay. Saat ini hanya 188 dari 1.510 hotel yang tersertifikasi di Jatim. Sementara homestay ada 5 dari 1.324 unit. Sedangkan rumah makan dan restoran yang tersertifikasi sebanyak 147 dari 4.323 unit.

Sementara itu penyediaan QR Code digunakan untuk wisatawan yang hendak masuk ke lokasi wisata dengan mewajibkan scan barcode melalui aplikasi PeduliLindungi.

Saat ini ada empat tempat wisata Jatim yang dilengkapi QR Code. Yakni, Taman Rekreasi Selecta dan Jatim Park 2 di Kota Batu, Hawaii Group di Kota Malang, dan Maharani Zoo Goa di Lamongan. Sedangkan untuk usaha pariwisata yang sudah dilengkapi QR Code rinciannya sebanyak 40 hotel, 203 restoran dan 42 cafe. (Sugeng)

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA