• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • Masuk

Akademisi: Vaksinasi Kunci Utama Keluar dari Pandemi

Satu botol botol vaksin virus corona Covid-19 di laboratorium. (ANTARA/Shutterstock/pri.)
Satu botol botol vaksin virus corona Covid-19 di laboratorium. (ANTARA/Shutterstock/pri.)

PURWOKERTO, kilat.com- Akademisi dari Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) Dr. Ns. Umi Solikhah, M.Kep mengingatkan bahwa vaksinasi COVID-19 merupakan hal yang penting sebagai ikhtiar masyarakat untuk tetap sehat.

"Karena itu masyarakat jangan ragu dan harus segera dapatkan vaksinasi begitu ada kesempatan pertama, karena vaksin menjadi kebutuhan utama masyarakat pada masa pandemi," katanya di Purwokerto, Banyumas, Rabu (15/9/2021).

Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Purwokerto itu menambahkan bahwa manfaat vaksinasi selain memberikan kekebalan bagi tubuh seseorang, juga dapat memberikan manfaat kekebalan komunal dari penularan COVID-19.

"Semakin banyak masyarakat yang divaksin, maka akan semakin rendah risiko penularan antarmanusia karena lebih banyak yang memiliki immunitas lebih," katanya.

Ketua Satuan Tugas Muhammadiyah COVID-19 Command Center UMP itu, menambahkan budaya interaksi masyarakat Indonesia tidak dapat dihindari dari aktivitas sosial dalam skala luas.

Baca Juga :
Ditetapkan Tersangka, KPK Minta Azis Syamsuddin Kooperatif

"Maka hal ini harus diantisipasi dengan kekuatan imunitas masing-masing individunya," katanya.

Dia juga menambahkan bahwa manfaat dari vaksinasi beragam, di antaranya dapat mencegah seseorang dari penularan penyakit dan meningkatkan kekebalan tubuh atau imunitas.

"Seseorang yang telah mendapatkan vaksin, reaksi dalam tubuhnya akan terbentuk antigen yang dapat melindungi dari serangan penyakit," katanya.

Kendati demikian, dia juga mengingatkan masyarakat yang sudah mendapatkan vaksin untuk tetap memperkuat penerapan protokol Kesehatan.

"Setelah divaksin, masyarakat tetap harus menjaga protokol kesehatan. Interaksi dengan orang lain tidak dapat dihindari, di mana masing-masing tidak selalu mengetahui daya tahan tubuh orang lain di sekitarnya. Mungkin saja orang di sekitarnya tidak sehat atau belum divaksin," katanya.

Baca Juga :
Satpol PP Sikat Habis Iklan Rokok Warung-warung Kecil di Jakarta

Meskipun sudah divaksin, katanya, tidak menutup kemungkinan seseorang membawa sumber penyakit yang dapat menularkan kepada orang lain yang belum mendapatkan vaksin sehingga hal ini harus tetap diwaspadai.

"Dengan demikian tetap waspada meski sudah divaksin, jangan kendur menerapkan protokol kesehatan," katanya. (yus)

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA