• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • Masuk

Apakah Hand Sanitizer Dapat Merusak Kulit? Yuk Simak Penjelasan Berikut

Ilustrasi
Ilustrasi

JAKARTA, kilat.com- Hand sanitizer menjadi pembersih tangan andalan untuk melindungi kita dari serangan virus di masa pandemi. Produk ini sangat praktis dan mudah di bawa kemana-mana.

Selain itu, kemasannya yang steril ditambah degan wangi-wangian harum membuat hand sanitizer semakin digemari. Namun, dilansir dari Shape, dokter kulit Sarina Elmariah, M.D., Ph.D. mengatakan bahwa penggunaan hand sanitizer secara terus menerus dapat menimbulkan masalah kulit seperti eksim, kekeringan, dan gatal.

Selain itu, kamu mungkin sering mengaplikasi hand sanitizer sesaat setelah menyentuh barang-barang. Kebiasaan tersebut memang bisa membunuh virus yang berpotensi mengintai, tetapi efek sampingnya adalah kamu juga turut memusnahkan kuman baik, termasuk bakteri normal yang dibutuhkan untuk menjaga kulit agar tetap kuat. Diperlukan mikrobioma sehat dari bakteri baik untuk melakukan tugasnya tersebut.

Tingkat alkohol dan pH yang tinggi dalam formula hand sanitiser juga tidak bagus untuk kulit. Alkohol bisa mengeringkan keratinosit, atau sel penghalang. Jika ini terjadi, maka kulit lebih rentan terhadap infeksi, peradangan, reaksi alergi, kemerahan, pembengkakan, bahkan rasa sakit. Jadi, haruskah kita menghentikan kebiasaan mencuci atau membersihkan tangan? Tentu saja tidak. Yang perlu diketahui adalah cara membuat hand sanitizer agar tidak terlalu merusak kulit.

Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir tidak bisa digantikan

Baca Juga :
Akupuntur Bermanfaat Turunkan Stres pada Wanita Jalani Program Bayi Tabung

Elmariah menyarankan untuk menggunakan air hangat saat mencuci tangan. Ini akan menghindari kulit dari kekeringan yang berlebihan. Kemudian hidrasi saat kulit masih lembap untuk membantu mempertahankan kelembapan. Kamu juga boleh mengaplikasikan krim atau losion pada bagian telapak maupun punggung tangan.

Hal yang harus diperhatikan saat menggunakan hand sanitizer

Pastikan untuk memeriksa kandungan alkohol dalam produk hand sanitizer. Hati-hati terhadap hand sanitizer yang mempunyai wangi-wangian yang kuat karena biasanya mengandung kadar alkohol yang tinggi pula. Sebagai alternatif, dokter kulit Orit Markowitz, M.D., merekomendasikan sanitasi dengan formula bebas alkohol yang mengandung asam hipoklorit.

“Kombinasi air, klorida, dan sedikit cuka ini cukup kuat untuk membunuh virus tetapi jauh lebih sedikit merusak penghalang kulit dan kurang mengganggu mikrobioma,” katanya.

Jika ada luka, hindari memakai hand sanitizer. Hand sanitizer juga tidak bisa kamu gunakan untuk membersihkan sisa minyak maupun remah-remah makanan yang tersembunyi di tangan. Pada akhirnya, kamu tetap membutuhkan busa dan air mengalir untuk membersihkannya.

Baca Juga :
Jantung Berdebar, Tanda Jatuh Cinta atau Penyakit Berbahaya?

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA