• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • Masuk

Lelang Surat Utang Negara Raih Rp21 Triliun

Karyawan menghitung uang di salah satu gerai penukaran uang asing di Jakarta, Jumat (6/11/2020). Berdasarkan data kurs referensi Bank Indonesia Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) hingga pukul 16.00 WIB, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat ke posisi Rp14.321 per dollar AS atau 0,82 persen dibandingkan hari sebelumnya. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/wsj.
Karyawan menghitung uang di salah satu gerai penukaran uang asing di Jakarta, Jumat (6/11/2020). Berdasarkan data kurs referensi Bank Indonesia Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) hingga pukul 16.00 WIB, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat ke posisi Rp14.321 per dollar AS atau 0,82 persen dibandingkan hari sebelumnya. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/wsj.

JAKARTA, kilat.com - Setelah mendapat penawaran masuk yang mencapai Rp80,66 triliun, pemerintah menyerap dana sebesar Rp21 triliun dari lelang tujuh seri Surat Utang Negara (SUN) di pasar perdana.

Keterangan pers Direktorat Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyatakan realisasi lelang ini mencapai target indikatif yang ditetapkan sebelumnya sebesar Rp21 triliun.

Untuk seri SPN03211215, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp1 triliun, dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 2,77060 persen.

Jumlah penawaran masuk untuk seri yang jatuh tempo pada 15 Desember 2021 mencapai Rp7,05 triliun dengan imbal hasil terendah masuk 2,75 persen dan imbal hasil tertinggi 2,85 persen.

Untuk seri SPN12220915, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp1,6 triliun, dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 3 persen.

Baca Juga :
Selama 8 Bulan Pendapatan Negara Mencapai Rp1.177,6 Triliun

Jumlah penawaran masuk untuk seri yang jatuh tempo pada 15 September 2022 mencapai Rp7,99 triliun dengan imbal hasil terendah masuk 2,98 persen dan imbal hasil tertinggi 3,4 persen.

Untuk seri FR0090, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp6,55 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 5,08508 persen.

Jumlah penawaran untuk seri yang jatuh tempo pada 15 April 2027 mencapai Rp21,69 triliun dengan imbal hasil terendah masuk 5,05 persen dan imbal hasil tertinggi 6,01 persen.

Untuk seri FR0091, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp6,6 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 5,98941 persen.

Jumlah penawaran untuk seri yang jatuh tempo pada 15 April 2032 mencapai Rp18,71 triliun dengan imbal hasil terendah masuk 5,96 persen dan imbal hasil tertinggi 6,2 persen.

Baca Juga :
Sampai Agustus Pemerintah Sudah Habiskan Rp1.560,8 Triliun untuk Belanja Negara

Untuk seri FR0088, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp1,4 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,23777 persen.

Jumlah penawaran untuk seri yang jatuh tempo pada 15 Juni 2036 mencapai Rp5,65 triliun dengan imbal hasil terendah masuk 6,21 persen dan imbal hasil tertinggi 6,37 persen.

Untuk seri FR0092, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp2,2 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,72879 persen.

Jumlah penawaran untuk seri yang jatuh tempo pada 15 Juni 2042 mencapai Rp15,34 triliun dengan imbal hasil terendah masuk 6,7 persen dan imbal hasil tertinggi 6,85 persen.

Untuk seri FR0089, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp1,65 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,78988 persen.

Baca Juga :
Ini Pesan Iriana Jokowi untuk UMKM

Jumlah penawaran untuk seri yang jatuh tempo pada 15 Agustus 2051 mencapai Rp4,21 triliun dengan imbal hasil terendah masuk 6,76 persen dan imbal hasil tertinggi 6,87persen.

Dengan adanya lelang ini, maka secara keseluruhan jumlah pembiayaan negara yang berasal dari lelang SUN selama Januari-September 2021 mencapai Rp548,74 triliun.

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA