• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • Masuk

Butuh Rp27 Miliar untuk Bangun Saluran Air di Jakarta Pusat

Pekerja menyelesaikan pembuatan saluran air di Rawa Buaya, Jakarta, Selasa (14/9/2021). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/aww
Pekerja menyelesaikan pembuatan saluran air di Rawa Buaya, Jakarta, Selasa (14/9/2021). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/aww

JAKARTA, kilat.com - Guna mencegah terjadinya banjir dan genangan di Jakarta Pusat, Suku Dinas (Sudin) Sumber Daya Air (SDA) Kota Jakarta Pusat menganggarkan sedikitnya Rp27 miliar untuk membangun saluran air baru.

Kepala Seksi Pembangunan Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Pusat Martinet Feelix mengatakan pihaknya akan membangun saluran air baru di 22 titik.

"Ada 22 titik yang dibuat saluran baru. Material saluran kita pakai U-Ditch (saluran dari beton bertulang dengan bentuk penampang huruf U)," kata Martinet.

Adapun seluruh pembangunan saluran air baru itu terdapat di tujuh kecamatan Jakarta Pusat, atau hanya Kecamatan Johar Baru yang tidak dibangun saluran air baru.

Menurut Martinet, pihaknya hanya melakukan pemeliharaan jika terdapat saluran yang bolong, karena kondisi saluran yang masih terawat. Pembangunan 22 saluran air ini telah dikerjakan sejak pertengahan Agustus lalu dan ditargetkan rampung dalam waktu tiga bulan ke depan.

Baca Juga :
Infografis: Pemerintah Perpanjang Insentif PPnBM Demi Tingkatkan Penjualan Mobil

"Pembuatan saluran ini karena permintaan warga. Soalnya, di lokasi tersebut kerap terjadi genangan dan banjir," kata dia.

Sebelumnya, Wali Kota Jakarta Pusat Dhany Sukma meminta Sudin SDA Jakarta Pusat untuk memastikan pompa air, serta saluran berfungsi dengan baik. Dhany memperkirakan puncak musim penghujan akan terjadi pada November.

Oleh karena itu, Sudin SDA diharapkan meninjau semua pintu air dan pompa air guna memastikan fungsi sarana dan prasarana tersebut.

"Selain itu, pastikan saluran harus bebas dari hambatan dan sedimentasi lumpur kali yang sudah tebal dan lakukan pengerukan," kata Dhany Sukma.

Baca Juga :
Selama 8 Bulan Pendapatan Negara Mencapai Rp1.177,6 Triliun

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA