• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • Masuk

Ribuan Kotak Medis COVID-19 Tidak Terpakai dan Terbuang di Olimpiade Tokyo 2020

Ilustrasi Paralimpiade Tokyo 2020. Foto: japantimes
Ilustrasi Paralimpiade Tokyo 2020. Foto: japantimes

TOKYO, kilat.com- Ratusan kotak penuh barang-barang medis terkait virus corona yang tidak terpakai untuk Olimpiade Tokyo 2020, termasuk sarung tangan, masker dan alat pelindung diri (APD), senilai total 5 juta Yen (sekitar Rp648 juta), ditemukan setelah dibuang.

Panitia penyelenggara, dikutip Antara dari Kyodo, Rabu (1/9/2021), meminta maaf atas kesalahan penanganan barang-barang, yang sebelumnya dipasok ke fasilitas medis di sembilan arena pertandingan.

Barang-barang tersebut dapat dipindahkan ke fasilitas layanan kesehatan yang berjuang menghadapi jumlah kasus COVID-19 yang mengkhawatirkan di Tokyo dan wilayah lain di Jepang.

Menurut pejabat panitia penyelenggara, persediaan medis tersebut tersisa sebagian karena Olimpiade Tokyo 2020, yang berakhir 8 Agustus 2021, diadakan tanpa penonton di hampir seluruh arena.

Panitia mengatakan mereka membuang persediaan medis karena tidak dapat menemukan tempat untuk menyimpannya.

Baca Juga :
Denmark Open 2021, Duo Greysia/Apriyani Gagal ke Semifinal

Barang-barang medis yang dibuang itu ditemukan Minggu (29/8/2021), dalam proses pembersihan dan penutupan empat arena di Tokyo dan lima lainnya di Hokkaido, Fukushima, Saitama, Chiba dan Kanagawa.

Dari 52.200 APD yang dibeli, sekitar 3.400 APD dibuang. Arena-arena pertandingan tersebut memiliki 5.600 kotak, masker yang masing-masing berisi 50 masker, dan 5.200 botol hand sanitizer. Sebanyak 660 kotak masker dan 380 botol cairan antiseptik untuk tangan dibuang.

"Kami sebelumnya tidak menginstruksikan apa yang harus dilakukan setiap arena," kata salah seorang pejabat panitia, mengakui hal itu adalah kesalahan penanganan badan penyelenggara.

Sementara itu, menurut panitia, pasokan medis yang tidak terpakai di beberapa arena lainnya disalurkan ke fasilitas kesehatan yang menangani pasien COVID-19.

Panitia menambahkan akan mencegah terulangnya kesalahan seperti itu setelah Paralimpiade Tokyo 2020, yang akan ditutup Minggu (5/9/2021). (sbn)

Baca Juga :
Lolos ke Perempat Final Denmark Open, Jonatan: Juara Piala Thomas Bikin PD

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA