• Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • kilat_multilingual Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Banjar
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • Masuk

Hanya dengan Rp2000, Nikmati Berselfie di Tengah Indahnya Hamparan Bunga Matahari

  • Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
  • Pilih Bahasa
    • Indonesia
    • English
    • Arabic
    • Mandarin
    • Sunda
    • Batak
    • Jawa
    • Bali
    • Minang
    • Irian (Papua)
    • Dayak
    • Aceh
Taman Bunga Matahari, Mojokerto
Taman Bunga Matahari, Mojokerto

MOJOKERTO, kilat.com- Bagi Anda yang senang berswa foto untuk mempercantik feeds Instagram atau sekedar mengabadikan momen, kali ini ada sebuah taman bunga matahari yang wajib sekali untuk dikunjungi. Hamparan bunga matahari yang tumbuh subur itu berada di Dusun Bekucuk, Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.

Taman bunga matahari tersebut memang jauh dari pusat kota. Namun, keberadaannya tidak akan mengecewakan karena mampu menyuguhkan suasana pedesaan yang asri. Apalagi, taman itu juga dihimpit oleh area persawahan yang menawan.

Tempat yang menyerupai sunflower field di Tuscany Italia ini menjadi viral di media sosial karena keindahannya. Sehingga, banyak pengunjung berdatangan baik dari Mojokerto maupun luar kota. Harga yang dipatok untuk masuk ke dalam taman bunga matahari pun cukup murah, yakni hanya perlu membayar parkir sebesar Rp2.000 untuk sepeda motor, dan Rp5.000 untuk mobil.

Untuk mengantisipasi terjadinya kerumanan dan menghambat arus lalu lintas jalan perkampungan, Kepala Desa Tempuran, Slamet mengerahkan Karang Taruna desa untuk membuat parkir bagi para pengunjung.

“Kita menggerakkan Karang Taruna Desa untuk membuat parkiran atau yang lainnya supaya ada penataan,” ujar Slamet pada wartawan, Senin (23/8/2021).

Baca Juga :
Digital Nomad, Tren Pariwisata Baru di Indonesia

Slamet tidak melarang warga dari berbagai daerah mengujungi tempat tersebut, asalkan tetap mematuhi protokol kesahatan selama pandemi Covid-19 dan PPKM.

“Kami membatasi pengunjungnya, makanya kami gerakkan Karang Taruna untuk mengatur. Kami batasi buka mulai pukul 07.00 sampai pukul 17.00 WIB,” jelasnya.

Yanti salah satu pengunjung mengatakan bahwa, awal mula mengetahui tempat itu dari media sosial. Kemudian, ia ingin bertandang langsung ke lokasi dengan mengajak sanak keluarganya.

“Saya tahu dari instagram dan story WhatsApp-nya teman-teman. Terus saya tanya lokasinya dimana,” ujar Yanti.

Mulanya Yanti mengira taman bunga terletak di dataran tinggi pegunungan. Namun ternyata perkiraannya salah, lokasinya justru berada di dataran rendah dan pedesaan. Tetapi, itu tidak mengurangi kecantikan bunga matahari. 

Baca Juga :
Seven Summit Indonesia yang Wajib Didaki bagi Kamu Pecinta Petualangan

“Saya kira di dataran tinggi awalnya, ternyata tidak. Ya sudah saya ajak keluarga ke lokasi. Ternyata tempat bagus, meski tidak diperkenankan masuk,” pungkasnya.

Jika Anda juga ingin memanjakan mata dengan menatap deretan bunga matahari yang memesona, tetap patuhi aturan ya. Jangan membuang sampah sembarangan, apalagi sampai merusak bunga matahari demi bisa berselfie ria. (Amirul)

Silakan Masuk untuk menulis komentar.

RECAPTCHA